Raffael Kardinal: HIPMI-PBD Bawa Investasi, Bukan Main Proyek
- 07 Feb 2026 21:34 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat Daya masa bakti 2026–2029 menjadi momentum awal penguatan iklim investasi di provinsi terbungsu ini.
Pelantikan dipimpin Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI, Akbar Himawan Buchari, berlangsung di Panorama Hotel, Sabtu malam, 7 Februari 2026.
Pengukuhan dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, Ketua DPR Papua Barat Daya, Ortis Sagrim, Forkopimda dan jajaran pengurus BPD HIPMI Papua Barat Daya dan Papua Barat.

Ketua Umum HIPMI Papua Barat Daya, Rob Raffael Kardinal menegaskan, keberadaan HIPMI Papua Barat Daya bukan untuk mengambil alih proyek usaha yang telah berjalan di daerah.
Menurutnya, organisasi ini justru hadir untuk membuka peluang investasi baru yang dapat memperkuat perekonomian Papua Barat Daya.
Hal ini sesuai dengan pesan sang ayah Robert Kardinal kepada dirinya sebelum memutuskan maju sebagai calon Ketua Umum HIPMI Papua Barat Daya.
“Ada satu hal yang ayah saya selalu bilang, bahwa saya berada di sini bukan untuk memainkan proyek-proyek yang ada di Papua Barat Daya. Saya tidak akan sentuh barang-barang itu, karena saya justru akan membawa investasi dari luar ke sini,” kata Raffael dalam sambutannya.
Raffael menyebut, strategi pengembangan daerah akan dilakukan melalui kolaborasi antara pengusaha asli Papua maupun pengusaha non-Papua yang telah lama berkontribusi di wilayah tersebut. Sinergi dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi sumber daya daerah.
Selain investasi, HIPMI Papua Barat Daya juga menyoroti persoalan tingginya harga tiket pesawat menuju wilayah tersebut. Raffael menilai, peningkatan jumlah maskapai penerbangan dapat menjadi solusi untuk menekan harga tiket sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Lebih lanjut, Raffael menilai sektor kehutanan dan pertanian menjadi bidang strategis yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, pengelolaan sektor tersebut harus selaras dengan arah pembangunan nasional sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat daerah.
Sementara itu, Ketua Umum HIPMI, Akbar Himawan Buchari berharap pelantikan ini menjadi titik awal kebangkitan HIPMI di Papua Barat Daya. Ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah agar program kerja dapat berjalan optimal.
HIPMI diharapkan dapat menjadi wadah bagi pengusaha muda untuk mengembangkan potensi dan kemampuan, sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya daerah secara maksimal demi kemajuan Papua Barat Daya.
Akbar juga menilai dinamika dalam organisasi merupakan hal wajar dan justru menjadi tanda organisasi berjalan dengan baik. “Kalau tidak ada dinamika, tidak ada riak-riak maka organisasi itu tidak hidup,” kata Akbar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....