Belajar Nonstop 5 Hari, Yayasan Pulau Doom Bidik Ribuan Warga Bisa Bahasa Inggris

  • 28 Apr 2026 18:21 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Pulau Doom di Distrik Sorong Kepulauan, Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan dengan terobosan di bidang pendidikan. Melalui program intensif bertajuk “Pulau Doom Tra Kosong”, ribuan warga ditargetkan mampu langsung berbicara Bahasa Inggris hanya dalam waktu lima hari pelatihan.

Program yang akan berlangsung pada 3 hingga 7 Mei 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Pulau Doom Papua, Indonesia Brain Camp, dan BPD HIPMI Papua Barat Daya. Kegiatan ini dirancang dengan metode pelatihan intensif dan berkelanjutan, mulai dari pagi hingga malam hari.

Setiap harinya, pelatihan dibagi dalam dua sesi utama dengan lima kelas berbeda yang masing-masing diisi sekitar 50 peserta. Dalam satu hari, total peserta mencapai 500 orang, sehingga selama lima hari pelaksanaan, program ini ditargetkan menjangkau hingga 2.000 peserta.

Penggagas program sekaligus Founder Yayasan Pulau Doom Papua, Engelin Yolanda Kardinal, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penguasaan 300 kalimat Bahasa Inggris yang praktis dan langsung bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Metode yang kami gunakan sederhana, mudah dipahami, dan tidak membosankan. Peserta dari berbagai latar belakang, baik pemula maupun yang sudah memiliki dasar, bisa mengikuti dengan baik,” ujarnya.

Tidak hanya itu, program ini juga memberikan pelatihan tambahan bagi peserta untuk menjadi calon pengajar. Dari total peserta, ditargetkan sebanyak 500 orang dapat berkembang menjadi guru Bahasa Inggris lokal yang siap mengajarkan kembali ilmu yang didapat.

“Harapan kami, dampaknya tidak berhenti di sini. Peserta yang sudah dilatih bisa menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing,” kata Engelin.

Untuk mendukung efektivitas pelatihan, Indonesia Brain Camp menghadirkan 10 trainer profesional yang berpengalaman dalam metode pembelajaran cepat. Sistem pembelajaran yang diterapkan juga menekankan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menggunakannya secara aktif.

Selain menargetkan peningkatan kemampuan individu, program ini juga membawa visi lebih besar, yakni menjadikan Pulau Doom sebagai “Pulau Bahasa Inggris”. Dengan lahirnya ratusan calon guru lokal, diharapkan gerakan ini dapat berkembang dan menjangkau wilayah lain di Papua.

Engelin menambahkan, program ini juga berpotensi untuk diajukan sebagai Rekor MURI, mengingat skala peserta yang besar dalam waktu pelatihan yang singkat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dari daerah kepulauan pun bisa lahir inovasi besar di bidang pendidikan,” ucapnya.

Melalui semangat “Dari Doom untuk Indonesia”, Pulau Doom kini berupaya menciptakan generasi yang lebih percaya diri dalam berkomunikasi secara global, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan sumber daya manusia di wilayah Papua Barat Daya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....