Peserta Pelatihan Bahasa Inggris di Pulau Doom Membludak hingga 800 Orang
- 02 Mei 2026 20:00 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Antusiasme masyarakat terhadap program pelatihan Bahasa Inggris “Pulau Doom Tra Kosong!” di Pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, Papua Barat Daya, melampaui ekspektasi penyelenggara. Hingga Sabtu (2/5/2026), jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 800 orang, jauh di atas target awal sebanyak 500 peserta.
Tingginya minat masyarakat terlihat sejak proses registrasi dibuka pada pagi hari. Kegiatan registrasi bahkan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Pdt Jean, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Penggagas program, Engelin Yolanda Kardinal, mengaku senang melihat respons besar masyarakat yang datang langsung untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang melihat antusias masyarakat saat sesi registrasi pagi tadi. Ini membuktikan semangat belajar masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mulai dari siswa, mahasiswa, guru, tenaga medis, aparatur sipil negara (ASN), pemandu wisata, hingga tukang ojek dan tukang becak turut ambil bagian dalam program tersebut.
Tidak hanya warga Pulau Doom, kegiatan ini juga menarik perhatian peserta dari berbagai daerah di Papua. Sejumlah peserta tercatat datang dari Jayapura dan Teminabuan. Sementara beberapa pendaftar dari Nabire, Maybrat, Timika, dan Raja Ampat disebut belum sempat hadir saat registrasi berlangsung.
Program intensif bertajuk “Pulau Doom Tra Kosong!” ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Pulau Doom Papua, Indonesia Brain Camp, dan BPD HIPMI Papua Barat Daya. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama lima hari dengan metode belajar intensif dari pagi hingga malam.
Dalam pelaksanaannya, peserta ditargetkan mampu menguasai 300 kalimat Bahasa Inggris praktis yang dapat langsung digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung program tersebut, Indonesia Brain Camp menghadirkan 10 trainer profesional dengan metode pembelajaran cepat dan aplikatif.
“Metode yang kami gunakan sederhana, mudah dipahami, dan tidak membosankan. Jadi semua kalangan bisa mengikuti,” kata Engelin.
Selain belajar berbicara Bahasa Inggris, peserta juga akan mendapatkan pembekalan untuk menjadi calon pengajar. Program ini menargetkan lahirnya ratusan guru Bahasa Inggris lokal yang nantinya dapat menyebarkan metode pembelajaran tersebut ke berbagai daerah lain di Papua.
Menurut Engelin, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa kebutuhan terhadap kemampuan Bahasa Inggris semakin meningkat, terutama untuk mendukung sektor pendidikan, pariwisata, dan peluang kerja.
Program ini juga membawa visi besar menjadikan Pulau Doom sebagai “Pulau Bahasa Inggris” di Papua Barat Daya. Bahkan, skala pelatihan yang besar dalam waktu singkat disebut berpotensi diajukan sebagai Rekor MURI.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dari daerah kepulauan pun bisa lahir inovasi besar di bidang pendidikan,” ucapnya.
Melalui semangat “Dari Doom untuk Indonesia”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun generasi Papua yang lebih percaya diri berkomunikasi di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....