Pemprov Papua Barat Daya Sambut Investasi Migas

  • 05 Feb 2026 10:21 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyambut rencana investasi sektor hulu minyak dan gas bumi yang akan dilakukan RH Petrogas Companies in Indonesia di wilayah Papua Barat Daya, dengan harapan dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama SKK Migas Perwakilan Wilayah Papua dan Maluku serta RH Petrogas Companies in Indonesia yang berlangsung di Vega Prime Hotel, Kota Sorong, Rabu, 5 Februari 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Barat Daya, Suroso, mengatakan pemerintah provinsi mendukung rencana kegiatan usaha hulu migas yang akan dilakukan Petrogas.

“Kami berharap aktivitas usaha hulu migas Petrogas dapat berjalan baik. Jika produksi berjalan optimal, tentu akan berdampak pada penerimaan negara maupun daerah melalui skema bagi hasil migas. Selain itu, kehadiran industri migas juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Suroso.

Ia menambahkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dibutuhkan dukungan pemerintah daerah, khususnya terkait rekomendasi penggunaan kawasan hutan.

“Untuk aktivitas ini dibutuhkan rekomendasi dari pemerintah provinsi, khususnya terkait pinjam pakai kawasan hutan. Proses ini nantinya akan dilanjutkan ke Kementerian Kehutanan setelah ada rekomendasi dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Papua Barat Daya, Herry Widjasena, mengatakan pertemuan tersebut masih berada pada tahap awal sebelum masuk ke proses perizinan.

“Ini masih pra perizinan. Jadi investasi yang masuk ke kita ini, sebelum masuk ke perizinan, kita dengarkan dulu pemaparan dari perusahaan terkait rencana investasinya. Hari ini kita fokus ke pemaparan Petrogas terkait rencana investasi mereka,” ujar Herry.

Ia menambahkan investasi migas berpotensi meningkatkan pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) migas.

“Kalau ada investasi pasti kita akan dapat peningkatan pendapatan daerah. Karena kita di daerah mendapat DBH migas, dan bagian DBH migas itu untuk pembangunan daerah,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, SKK Migas dan RH Petrogas Companies in Indonesia memaparkan rencana dan program kerja operasi migas tahun 2026, termasuk rencana pengeboran sumur eksplorasi NWK-1 dan Birawa-1 serta laporan pasca pengeboran sumur eksplorasi Karim-1.

General Manager Operations RH Petrogas Companies in Indonesia, Alfian Telaumbanua, mengatakan pemaparan rencana kerja ini merupakan bagian dari koordinasi berkelanjutan dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

“Ini merupakan bagian dari kerja sama dan koordinasi berkesinambungan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya guna memastikan kelancaran pelaksanaan operasi migas serta mendukung peningkatan produksi dan ketahanan energi, khususnya di wilayah Papua Barat Daya,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan migas guna mendukung peningkatan produksi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....