IDAI Papua Barat Daya: Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga

  • 21 Jul 2026 17:03 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Papua Barat Daya, dr. Sri Riyanti Windesi, menegaskan perlindungan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, upaya tersebut harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak memperoleh pengasuhan dan pendidikan.

Sri Riyanti mengatakan keluarga yang mampu memberikan pengasuhan yang baik akan mengurangi risiko anak menjadi korban kekerasan. "Kalau kita berbicara tentang perlindungan anak, itu hulunya dimulai dari keluarga. Ketika keluarga mampu memberikan pengasuhan yang baik, dilanjutkan dengan sekolah yang aman, ruang publik yang ramah anak, dan ruang digital yang sehat, maka risiko anak mengalami kekerasan juga akan lebih rendah," kata Sri Riyanti saat dialog Sorong Menyapa, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan hingga masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi anak, termasuk stunting, tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan hak-hak anak.

"Masalahnya kompleks dan saling berhubungan. Bermuara dari keluarga. Karena itu mari kita bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan anak di Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya," ujarnya.

Sri Riyanti berharap seluruh pihak mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya agar hak-hak anak dapat terpenuhi dan tercipta lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....