Bupati Orideko Usulkan Raperda Perlindungan Pulau Kecil
- 26 Jan 2026 07:48 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Waisai - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berencana membuat rancangan peraturan daerah guna membatasi penggunaan pulau -pulau untuk kegiatan usaha resort atau homestay. Pasalnya sejumlah pulau-pulau yang awalnya tidak berpenghuni ini kemudian menjadi tempat usaha wisata yang bisa berdampak pada kerusakan lingkungan.
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam mengaku telah melakukan
pendekatan dengan DPRK untuk membuat perda yang bertujuan menjaga kekayaan sumber daya alam Raja Ampat, terutama pulau-pulau kecil. "Alih fungsi pulau menjadi tempat usaha resort atau homestay ini tidak hanya mengancam ekosistem, tapi juga menyebabkan biota laut terganggu," kata Bupati saat pertemuan dengan pelaku usaha wisata di Aula Wayag, 7 Januari 2026.
Menurut Bupati, jika praktek ini terus dibiarkan maka keindahan alam Raja Ampat akan hilang. "Biota-biota laut dan burung endemik yang dahulu mudah dijumpai dan menjadi daya tarik, kini perlahan mulai terganggu dan hilang karena aktivitas manusia yang berlebihan," kata Orideko.
Bupati mengajak tokoh dan sejumlah pemilik wilayah adat untuk menjaga pulau-pulau yang ada. Pulau-pulau ini boleh dimaksimalkan, misalnya dengan membuka kunjungan wisatawan pada waktu tertentu tapi tidak untuk dijadikan lokasi home stay atau resort.
Pemkab Raja Ampat, kata dia, sudah memilki rencana untuk memustakan lokasi wisata di wilayah Tekuk Kabui.
Kota wisata baru ini bisa dibangun dengan sejumlah fasilitas hotel mewah dan kawasan pendukung lainnya.
Bupati menambahkan akan membangun komunikasi dengan masyarakat adat agar bisa menyetujui pembangunan kota wisata. Pihaknya juga Sudah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi untuk pembangunan kota wisata masuk dalam rencana tata ruang wilayah karena ada sebagain lokasi yang termasuk daerah konservasi.
Menurut Bupati, sudah ada beberapa investor dari China, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang menyatakan ketertarikan bekerja sama membangun kota wisata Teluk kabui. Pihaknya berharap ada dukungan masyarakat adat, pemerintah pusat, dan pemerintah provinsi guna mendukung pembangunan kota wisata baru di Raja Ampat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....