Ubi Kukus Comeback! Makanan Sederhana yang Kini Jadi Tren Anak Muda

  • 17 Agt 2026 20:04 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Dulu, ubi sering dianggap sebagai makanan sederhana yang identik dengan masyarakat kampung dan menjadi pilihan pangan sehari-hari. Sederhana dalam tampilan, tetapi mengenyangkan dan mudah ditemukan, ubi menjadi salah satu makanan tradisional yang kerap dipandang sebelah mata di tengah popularitas makanan modern.

Namun kini, pandangan tersebut mulai berubah. Ubi kukus justru kembali populer, terutama di kalangan anak muda yang semakin memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehat. Diolah tanpa banyak tambahan gula atau minyak, ubi kukus dinilai praktis dan bisa menjadi pilihan sumber karbohidrat serta serat dalam menu sehari-hari.

Sekarang banyak orang mulai mengurangi makanan ultra-proses dan memperbanyak serat. Umbi-umbian yang dulu terlupakan, tiba-tiba Kembali relevan. Bukan karena sedang tren melainkan karena tubuh kita memang membutuhkannya.

Kalau dulu ubi kukus identic dengan sarapan dirumah, sekarang hadir di kafe, gerai grab-and-go hingga rak pendingin minimarket. Makanannya tetap sederhana yang berubah adalah cara penyajiannya.

Padahal Indonesia memang sejak lama adalah negeri umbi-umbian. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah punya hasil buminya sendiri. Terdiri dari ubi jalar, singkong, talas, gembili, garut, ganyong, dan sukun. Sebagian bahkan pernah menjadi makanan pokok masyarakat sebelum beras mendominasi.

Dulu banyak keluarga bercita-cita bisa makan nasi setiap hari. Kini Sebagian anak muda justru mengganti nasi dengan ubi. Bukan karena kekurangan, tetapi karena gaya hidup. Sejarah kadang memang berputar dengan cara yang tidak kita duga.

Fenomena ini juga melahirkan peluang baru, semakin banyak usaha yang khusus menjual makanan kukus. Ada yang focus pada ubi, ada yang menjual jagung rebus premium, ada pula yang menggabungkan umbi-umbian dengan susu, madu atau yogurt. Makanan lama dikemas dengan selera zaman sekarang.

Hal ini bukan sekedar tren makanan sehat, ada sesuatu yang lebih besar. Kita mulai berdamai dengan makanan lokal. Tidak semua yang baik harus datang dari luar negeri, kadang jawabannya sudah lama tumbuh di kebun-kebun Indonesia, hanya saja kita baru meliriknya lagi.

Itulah yang sedang terjadi hari ini, ubi tidak berubah menjadi makanan modern. Kitalah yang akhirnya belajar melihatnya dengan cara yang baru dan bisa jadi masa depan pangan Indonesia, bukan selalu tentang menemukan makanan baru melainkan Kembali mengenali apa yang sejak dulu sudah kita punya.

Kalau disuruh memilih, kamu tim ubi, singkong, talas, atau jagung kukus?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....