Anak Sering Susah Makan? Bisa Jadi Cara Memberinya Selama Ini Keliru

  • 29 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Jangan hanya fokus pada apa yang dimakan anak. Cara, waktu, suasana, dan respons orang tua saat anak makan juga memiliki peran penting. Konsep ini dikenal sebagai feeding rules atau aturan makan, yang salah satu prinsip pentingnya adalah responsive feeding memberi makan dengan memperhatikan tanda lapar dan kenyang anak.

Pada masa pertumbuhan, kebutuhan gizi anak terus berubah. WHO merekomendasikan pemberian makanan pendamping ASI mulai sekitar usia 6 bulan, dengan tetap melanjutkan ASI. Makanan yang diberikan perlu cukup gizi, aman, beragam, dan disesuaikan dengan usia serta kemampuan anak.

1. Buat jadwal makan yang teratur

Anak sebaiknya memiliki waktu makan utama dan camilan yang teratur. Untuk anak usia 6–8 bulan, WHO merekomendasikan makanan pendamping diberikan sekitar 2–3 kali sehari. Frekuensinya meningkat menjadi 3–4 kali sehari pada usia 9–23 bulan, dengan camilan bergizi sesuai kebutuhan.

2. Kenali tanda lapar dan kenyang

Orang tua perlu belajar mengenali sinyal dari anak. Ketika anak menunjukkan tanda lapar, makanan dapat ditawarkan. Sebaliknya, ketika anak menunjukkan tanda kenyang, sebaiknya tidak dipaksa menghabiskan makanan.

3. Jangan memaksa anak makan

Memaksa, mengancam, atau memarahi anak karena tidak mau makan bukan bagian dari responsive feeding. Orang tua dapat menawarkan makanan dengan sabar dan mencoba kembali pada kesempatan lain. WHO juga menekankan agar anak didorong untuk makan tanpa paksaan.

4. Ciptakan suasana makan yang nyaman

Waktu makan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun hubungan positif antara orang tua dan anak. Berbicara dengan anak dan melakukan kontak mata dapat membuat waktu makan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

5. Sesuaikan makanan dengan usia anak

Tekstur makanan perlu disesuaikan dengan kemampuan anak. Pada awal MPASI, makanan dapat diberikan dalam bentuk yang lembut dan dihaluskan. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan mengunyah, tekstur dan variasi makanan dapat ditingkatkan secara bertahap.


Salah satu kesalahpahaman dalam pemberian makan adalah menganggap anak harus selalu menghabiskan seluruh makanan yang disediakan. Padahal, responsive feeding mengajarkan orang tua untuk memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak.

Dengan pola makan yang teratur, makanan yang bergizi dan beragam, serta suasana makan yang positif, anak dapat belajar membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan sejak dini. WHO menyebut periode pemberian makanan pendamping sebagai masa penting untuk membentuk kebiasaan makan dan pola konsumsi yang dapat berlanjut dalam jangka panjang.

Jadi, feeding rules bukan tentang membuat anak makan sebanyak-banyaknya, tetapi membantu anak belajar kapan makan, mengenali rasa lapar dan kenyang, menikmati makanan, serta membangun kebiasaan makan yang sehat sejak kecil.

(Grace)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....