Waspada Makanan Tinggi Natrium, Bisa Picu Kenaikan Tekanan Darah Darah

  • 22 Sep 2026 07:13 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Makanan yang terasa gurih dan nikmat ternyata perlu dikonsumsi dengan bijak. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan natrium dalam makanan, terutama pada makanan olahan dan ultra-proses.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melalui video edukasi yang diunggah di akun TikTok @bgsadikin. Dalam video tersebut, Budi memperlihatkan seporsi makanan yang terdiri dari berbagai bahan makanan olahan. Ia kemudian menjelaskan bahwa satu porsi makanan tertentu dapat mengandung sekitar 500 hingga 1.000 miligram natrium.

Dalam video itu, Budi juga menyoroti keberadaan ultra processed food atau makanan ultra-proses. Pesan yang disampaikan adalah pentingnya memperhatikan kandungan natrium dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari karena asupan natrium berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi kurang dari 2.000 miligram natrium per hari, setara dengan kurang dari 5 gram garam atau sekitar satu sendok teh. WHO juga menyebutkan bahwa konsumsi natrium yang tinggi berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.

Kementerian Kesehatan juga menetapkan batas konsumsi natrium sebesar 2.000 miligram per hari atau setara dengan 5 gram garam. Natrium tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga dapat ditemukan dalam makanan olahan, makanan siap saji, bumbu, saus, serta berbagai produk kemasan.

Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk lebih memperhatikan label informasi nilai gizi pada makanan kemasan. Kemenkes menyebutkan bahwa membaca kandungan natrium pada label dapat membantu masyarakat mengetahui dan mengendalikan jumlah natrium yang dikonsumsi setiap hari.

Mengurangi makanan tinggi natrium bukan berarti harus menghilangkan rasa pada makanan. Bumbu alami seperti bawang, cabai, jahe, kunyit dan berbagai rempah dapat digunakan untuk menambah cita rasa tanpa harus berlebihan menggunakan garam atau penyedap.

Selain itu, memperbanyak konsumsi makanan segar seperti sayuran, buah-buahan, ikan, serta sumber protein lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang.

Pesan pentingnya, bukan berarti semua makanan olahan harus dihindari sepenuhnya. Namun, frekuensi dan jumlah konsumsinya perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi atau faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Dengan lebih cermat memilih makanan dan memperhatikan kandungan natrium, masyarakat dapat turut menjaga tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit tidak menular.

(Grace)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....