Demam Tinggi Buat Anak SD ini Hanya Lancar Berbahasa Inggris

  • 05 Agt 2026 16:52 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID Teminabuan-Seorang anak Sekolah Dasar (SD) bernama Vanilla mengalami kejadian tergolong langka setelah pulih dari sakit demam tinggi yang dialaminya. Setelah dinyatakan sembuh, anak berusia sekolah dasar tersebut justru kehilangan kemampuan berbahasa Indonesia dan hanya lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Kejadian ini bermula saat Vanilla mengalami demam tinggi hingga suhunya mencapai 41^\circ\text{C}. Sejak kecil, ia memang sering mengalami sakit panas hingga harus beberapa kali dibawa ke dokter oleh sang ibu. Namun, setelah menjalani perawatan dan dinyatakan pulih, peristiwa membingungkan terjadi. Vanilla tiba-tiba tidak bisa lagi berbicara menggunakan bahasa ibu (bahasa Indonesia) dan sepenuhnya beralih menggunakan bahasa Inggris.

Perubahan mendadak ini membuat sang ibu terheran-heran. Pihak keluarga mengaku tidak pernah menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari di rumah, dan sang ibu sendiri pun tidak dapat berbahasa Inggris.

"Ini hal yang gak masuk akal, karena mami juga gak bisa bahasa Inggris, di rumah tidak ada yang pakai bahasa Inggris," ungkap sang ibu.

Pengajar Senior & Peneliti Sains Bahasa dan Gangguan Bicara di Newcastle University, Inggris,Dr. Nick Miller, salah satu ahli yang banyak meneliti kasus Foreign Accent Syndrome,

"Foreign Accent Syndrome dapat terjadi ketika seseorang mengalami stroke,cedera otak,atau gangguan fungsi otak lainnya. Keseimbangan dalam kontrol artikulasi bicara mengalami perubahan,sehingga suara,nada, serta vokal-konsonan terdistorsi dan terdengar seperti aksen dari bahasa lain."

Kondisi langka yang dialam imbas demam panas tinggi ini dikenal dalam dunia medis atau keilmuan sebagai Foreign Language Syndrome (FLS). Fenomena ini terjadi ketika seseorang tiba-tiba mampu berbicara atau lancar menggunakan bahasa asing setelah otaknya mengalami demam tinggi, pusing hebat, atau gangguan pada fungsi saraf tertentu.

Saat ini, kondisi Vanilla dilaporkan sudah semakin membaik. Seiring pertumbuhannya yang sehat, ia perlahan-lahan mulai bisa kembali berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....