Hari Peringatan Demam Berdarah ASEAN Meningkatkan Kesadaran untuk Melawan DBD
- 13 Jun 2026 08:46 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Setiap tanggal 15 Juni, negara-negara di kawasan Asia Tenggara memperingati Hari Demam Berdarah ASEAN atau ASEAN Dengue Day. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya demam berdarah dengue (DBD) serta pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan di berbagai negara ASEAN.
Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Kondisi iklim yang hangat dan curah hujan yang tinggi membuat nyamuk pembawa virus dengue dapat berkembang biak dengan cepat.
Gejala demam berdarah biasanya diawali dengan demam tinggi mendadak yang berlangsung selama beberapa hari. Penderita juga dapat mengalami sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta muncul ruam pada kulit. Pada kasus yang lebih berat, DBD dapat menyebabkan perdarahan, syok, bahkan mengancam jiwa apabila tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Peringatan Hari Demam Berdarah ASEAN menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam menghadapi penyakit ini. Salah satu cara yang paling dikenal adalah dengan menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan obat anti nyamuk jika diperlukan, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, serta menghindari genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
Di kawasan ASEAN, kerja sama antarnegara terus dilakukan untuk meningkatkan pengendalian penyakit dengue melalui edukasi, penelitian, serta pertukaran informasi terkait pencegahan dan penanganan DBD. Langkah ini penting mengingat penyakit dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar di wilayah Asia Tenggara.
Melalui peringatan Hari Demam Berdarah ASEAN, semua orang diharapkan semakin memahami bahaya DBD dan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih. Kesadaran dan tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit ini serta melindungi keluarga dan masyarakat dari ancaman demam berdarah.
Mari jadikan Hari Demam Berdarah ASEAN sebagai pengingat bahwa pencegahan dimulai dari lingkungan sekitar kita. Dengan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat, kita turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari demam berdarah.(Grace)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....