Doomscrolling: Mengapa Kita Terus Menggulir Media Sosial tanpa Henti

  • 05 Agt 2026 10:56 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Pernahkah Anda membuka media sosial hanya untuk beberapa menit, tetapi tanpa sadar satu jam berlalu begitu saja, Fenomena ini dialami oleh jutaan orang di seluruh dunia. Aktivitas yang dikenal sebagai doomscrolling atau kebiasaan terus-menerus menggulir layar media sosial membuat banyak orang sulit berhenti, bahkan ketika mereka sebenarnya sudah merasa lelah.

Ada beberapa alasan mengapa kita sulit berhenti scroll media sosial :

  1. Otak kita mengejar dopamine bukan konten. Setiap scroll memberi kemungkinan kecil mendapat hal menarik. Ketidakpastian ini memicu pelepasan dopamine, zat kimia yang membuat otak ingin mengulang perilaku, meski kontennya tidak selalu memuaskan.

  2. Desain aplikasi memang dibuat bikin ketagihan. Fitur infinite scroll, notifikasi dan algoritma personal bukan kebetulan. Semuanya dirancang untuk menahan perhatian selama mungkin, bukan untuk membuatmu merasa cukup.

  3. Scroll jadi pelarian dari emosi yang tidak nyaman. Saat bosan, cemas atau kesepian, scroll terasa seperti jeda cepat. Tapi karena tidak benar-benar menyelesaikan emosi dibawahnya, otak minta dosis berikutnya.

  4. Otak sulit berhenti dikondisi Lelah. Saat Lelah menta;, kemampuan mengendalikan impuls menurun. Itulah kenapa scroll sering terjadi di malam hari saat energi dan batas diri sudah menipis.

  5. Informasi berlebihan membuat otak kebas. Terlalu banyak stimulasi membuat otak sulit merasa puas. Akhirnya scroll bukan lagi soal menikmati tetapi sekedar mengisi kekosongan.

  6. Berhenti total bukan satu-satunya jawaban. Yang lebih realistis adalah mengatur ulang kebiasaan. Tentukan waktu berhenti, ganti dengan aktivitas transisi (minum air, peregangan dan Tarik napas) dan kurangi aplikasi yang paling memicu.

Perubahan kecil lebih bertahan daripada larangan keras.

Saat kita sulit berhenti itu tanda bahwa tubuh dan pikiran sedang butuh istirahat, konseksi atau rasa aman. Mendengarkan sinyal ini lebih membantu daripada menyalahkan diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....