Sering Makan Pedas, Apakah Bisa Terkena Radang Usus Buntu? Ini Faktanya!
- 20 Jul 2026 08:25 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Makanan pedas telah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Indonesia. Sambal, cabai, hingga berbagai hidangan bercita rasa pedas sering kali menjadi pelengkap yang membuat makanan terasa lebih nikmat. Namun, di balik kenikmatannya, masih banyak anggapan bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan pedas dapat menyebabkan radang usus buntu. Benarkah demikian?
Jawabannya adalah tidak. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa makanan pedas menjadi penyebab langsung radang usus buntu atau apendisitis. Rasa pedas berasal dari senyawa capsaicin yang terdapat pada cabai. Senyawa ini memang dapat merangsang saluran pencernaan sehingga pada sebagian orang dapat menyebabkan perut terasa mulas, diare, atau sensasi panas saat buang air besar. Namun, efek tersebut tidak sama dengan peradangan pada usus buntu.
Radang usus buntu terjadi ketika saluran usus buntu mengalami penyumbatan. Penyumbatan tersebut dapat disebabkan oleh penumpukan tinja yang mengeras (fekalit), pembengkakan jaringan limfoid akibat infeksi, bakteri, parasit, atau dalam kasus tertentu karena adanya tumor. Ketika saluran usus buntu tersumbat, bakteri akan berkembang biak sehingga memicu peradangan dan pembengkakan. Inilah yang menyebabkan seseorang mengalami apendisitis, bukan karena mengonsumsi makanan pedas.
Lalu, mengapa banyak orang mengaitkan makanan pedas dengan radang usus buntu? Hal ini biasanya karena makanan pedas dapat menimbulkan nyeri atau rasa tidak nyaman di perut. Gejala tersebut sering disalahartikan sebagai tanda radang usus buntu. Padahal, nyeri akibat makanan pedas umumnya berasal dari iritasi lambung atau gangguan pencernaan dan akan membaik dalam waktu singkat. Sebaliknya, nyeri akibat radang usus buntu biasanya dimulai dari sekitar pusar, kemudian berpindah ke bagian kanan bawah perut dan semakin terasa saat bergerak, berjalan, atau batuk.
Bagi orang yang sehat, mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah yang wajar umumnya tidak berbahaya. Namun, orang yang memiliki riwayat penyakit maag, gastroesophageal reflux disease (GERD), sindrom iritasi usus (IBS), atau gangguan pencernaan lainnya sebaiknya membatasi konsumsi makanan pedas agar gejala tidak semakin parah. Menjaga pola makan yang seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mencukupi kebutuhan cairan juga penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Apabila mengalami nyeri hebat di perut kanan bawah yang disertai demam, mual, muntah, atau nyeri yang terus memburuk, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan yang cepat sangat penting karena radang usus buntu yang tidak diobati dapat menyebabkan usus buntu pecah dan menimbulkan infeksi serius di rongga perut.
Anggapan bahwa sering makan pedas dapat menyebabkan radang usus buntu merupakan mitos. Makanan pedas memang dapat memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang, tetapi bukan penyebab radang usus buntu. Oleh karena itu, nikmati makanan pedas secukupnya dan tetap terapkan pola makan sehat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.
(Grace)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....