Kerusakan Pembuluh Darah akibat Uap Vape

  • 19 Jul 2026 20:06 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Banyak orang masih menganggap vape itu hanya uap yang beraroma, kelihatannya ringan, asapnya tipis, bahkan aromanya seperti permen. Tetapi pembuluh darah itu tidak menilai dari wangi, pembuluh darah akan bereaksi terhadap zat yang masuk ke tubuh kita.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, menegaskan bahwa tidak ada produk tembakau yang aman, termasuk rokok eletronik. Sebagian besar vape mengandung nikotin dan aerosolnya dapat membawa partikel serta bahan kimia lain.

Lalu apa yang akan terjadi pada pembuluh darah, dalam unggahan di media sosial dr. Erta P.W. SpJp, FIHA, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, menjelaskan, ada bebrapa hal yang akan terjadi pada pembuluh darah yaitu pertama, nikotin itu dapat membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat sementara, tubuh masuk ke mode siaga meskipun anda sedang duduk santai.

Kedua, pembuluh darah dapat menyempit akibatnya jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah. Jika terjadi berulang, beban terhadap sistem kardiovaskular ikutan bertambah.

Ketiga, lapisan dalam pembuluh darah atau Endotel itu dapat terganggu. Padahal endotel itu membantu pembuluh darah melebar, menjaga aliran darah, dan mengatur keseimbangan pembekuan darah. Kalau lapisan ini terganggu aliran darah mulai kehilangan petugas pengaturnya.

Keempat, aerosol yang di hasilkan vape dapat memicu stres oksidatif dan peradangan. Dua proses ini ikut berperan dalam kerusakan pembuluh darah. Efeknya tidak selalu langsung terasa sehingga tidak sesak, itu bukan berarti pembuluh darah anda pasti baik – baik saja. WHO juga menyebut rokok eletronik itu berkaitan dengan dampak kardiovaskular yang merugikan

Vape dengan rasa buah yang segar, kemasan yang modern dan asap yang tidak sepekat rokok membuat resikonya terasa jauh. Padahal desain yang terlihat bersih itu tidak otomatis membuat isi aerosolnya menjadi sehat.

Jika setelah vaping muncul gejala seperti nyeri dada, sesak, pusing berat, jantung berdebar lama atau hampir pingsan, jangan dianggap hanya efek nikotin biasa, segeralah periksa ke dokter . untuk berhenti kenali pemicunya, singkirkan perangkat dan mintalah bantuan tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....