Journaling Bisa Membantu Meringankan Anxiety, Ini Penjelasannya
- 19 Jun 2026 10:43 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Journaling bukan sekedar nulis diary. Dalam psikologi, ini disebut expressive writing, praktik menulis pikiran dan perasaan secara bebas yang terbukti membantu otak memproses emosi yang selama ini terpendam dan berputar tanpa jalan keluar.
Melansir Social Connect, beberapa penelitian dari Indonesia langsung membuktikan efektivitasnya :
Jurnal Sebati (2022) : menulis ekspresif selama 4 hari 20 menit/hari, terbukti secara signifikan menurunkan tingkat kecemasan dan depresi pada mahasiswa
Jurnal Psikologi UIN Malang (2025) : teknik journaling terbukti efektif menurunkan stres akademik secara siginifikan pada mahasiswa tingkat akhir
Publikasikan Pendidikan (2025) : Intervensi journaling menurunkan kecemasan siswa dari kategori berat ke kategori ringan sampai sedang.
Saat cemas pikiran berputar tanpa henti karena otak belum menyelesaikan emosi tersebut. Menulis memaksa otak untuk memprosesnya secara aktif, mengubah kecemasan yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret dan bisa dilihat lalu dilepaskan.
Tidak semua journaling sama, beberapa pendekatan punya bukti ilmiah yang lebih kuat untuk anxiety yakni :
Expressive writing : tulis bebas tentang perasaan tanpa sensor, 15-20 menit.
Gratitude Journaling : tulis 3 hal yang disyukuri hari ini, bangun perspektif positif.
Brain dump : keluarkan semua pikiran sebelum tidur agar otak bisa istirahat.
Journaling tidak perlu rapi dan tidak perlu panjang, tidak perlu setiap hari diawal. Yang penting konsisten dan jujur. Mulai dari 5 menit sebelum tidur sudah cukup sebagai langkah pertama.
Coba mulai dengan pertanyaan : apa yang paling buat kamu cemas hari ini?, apa yang sebenarnya kamu rasakan sekarang? Dan apa satu hal baik yang terjadi hari ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....