ketika Media Sosial Memengaruhi Suasana Hati dan Cara Pandang Diri
- 19 Jun 2026 10:44 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – apakah ada hubungan antara penggunaan media sosial dan perasaan negatif? Jawabannya ada dan sudah banyak penelitian yang membuktikannya. Tetapi hubungannya tidak sesederhana “medsos sama dengan buruk”. Semua tergantung bagaimana dan seberapa sering kamu menggunakannya.
Disadur Social Connect, penelitian yang dipublikasikan di jurnal JAMA Psychiatry menemukan bahwa penggunaan media sosial lebih dari tiga jam per hari meningkatkan resiko gangguan kesehatan mental secara signifikan, terutama yang berkaitan dengan citra diri.
Yang perlu diketahui adalah bukan cuma soal durasi, tetapi juga frekuensi dan jenis konten yang dikonsumsi dan membatasi penggunaan hingga 30 menit per hari terbukti mengurangi gejala depresi dan kesepian dalam 3 minggu.
Setiap kali kita melihat hidup orang lain yang tampak sempurna di sosial media, otak kita secara otomatis mulai membandingkan dan hampir selalu kita yang kalah dalam perbandingan itu.
Dampak yang dialami adalah Rasa tidak puas dengan hidup sendiri yang muncul perlahan tapi konsisten, Citra diri yang makin menurun, terutama soal penampilan dan pencapaian dan Perasaan tertinggal meski secara objektif hidupmu baik-baik saja.
Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan adalah salah satu perasaan negatif yang paling sering dipicu oleh media sosial. Kita tahu kita capek, kita tahu kita butuh istirahat tapi tetap scroll karena takut ada yang terlewat.
Berikut tanda-tanda kita sedang FOMO :
Sulit meletakkan handphone meski tidak ada yang penting untuk dilihat
Merasa cemas atau tidak nyaman kalau tidak update situasi teman-teman kita
Hadir secara fisik disuatu tempat tapi pikiran kita terus di media sosial.
Cahaya biru dari layar handphone menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur, akibatnya tidur jadi lebih susah, lebih dangkal dan saat bangun dengan kondisi mental yang sudah lelah sebelum hari dimulai dan ini menciptakan lingkaran yang sulit diputus.
Kondisi mental yang sudah rapuh membuat kita rentan terhadap konten negatif di media sosial.
Penelitian juga menunjukkan bahwa media sosial bisa jadi sumber dukungan emosional yang nyata terutama bagi mereka yang merasa kesepian atau terisolasi.
Yang bisa kita coba mulai sekarang adalah batasi waktu screen time harian, dan gunakan fitur pengingat bawaan HP-mu, Unfollow atau mute akun yang bikin kamu ngerasa minder atau tidak cukup baik dan bedakan momen scrolling pasif (mindless) dan interaksi aktif yang bikin kita merasa terhubung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....