Sehat dan Bugar saat Berpuasa

  • 28 Feb 2026 07:20 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Ketika berpuasa seseorang menjalani fase baru dan berbeda dalam kehidupan serta aktifitasnya sehari-hari, yakni tidak akan ada asupan makanan ataupun cairan selama sehari penuh dari imsak sampai saat berbuka/adzan magrib. Tentu hal ini akan membuat perubahan dalam metabolisme tubuh, bagaimana organ-organ tubuh berupaya mempertahankan cairan dalam tubuh kita agar tetap stabil serta prima ketika beraktivitas.

Hal apa saja yang dapat mengganggu saat tubuh tidak ada asupan nutrisi maupun cairan ketika berpuasa dengan waktu yang cukup panjang, dr. Syarifuddin, Sp.PD yang sehari-hari bertugas di RSUD Sele be Solu Kota Sorong juga sebagai Anggota Dewan Pakar dan Anggota Kajian P2 Penyakit Tidak Menular IDI Cabang Sorong, mengatakan bahwa tubuh kita dapat mengalami dehidrasi yang disebabkan kekurangan cairan, karena tubuh kita ini terdiri dari 80 persen cairan. Kemudian tubuh mudah lemas apalagi bagi orang yang memiliki riwayat komorbit atau penyakit tertentu seperti jantung, diabetes, hipertensi,

Puasa jika dijalani dengan baik memiliki dampak bagi kesehatan seperti memperbaiki kadar gula darah juga ada proses Autofagi yang merupakan proses pembersihan sel, proses peremajaan sel yakni menghambat proses penuaan sel yang terjadi saat puasa berlangsung.

"Sebenarnya antara bulan ramadhan dengan diluar bulan ramadan itu sebenarnya kita berusaha sedapat mungkin terutama perbedaan nutrisi sama hidrasi bisa tetap terpenuhi dan berjalan seperti biasa. Contoh asupan cairan yang tetap sama, begitu juga pola nutrisi yang tetap sama, sehingga ini menjadi faktor penting agar kita bisa tetap bugar dan sehat sebagaimana hari-hari sebelumnya," ucap dokter Syarifuddin.

Mengatur pola makan saat berbuka puasa dan sahur sangat penting guna menjaga asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Syarifuddin juga menjelaskan sangat tidak disarankan makan berlebih ketika buka puasa, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya seperti memicu asam lambung naik, gula darah naik, terasa begah hingga menyebabkan sesak dan menjadi pemicu gangguan jantung hingga pencernaan, bahkan hipertensi.

Maka dari itu dibutuhkan olah raga yang cukup selama berpuasa, tubuh tetap harus bergerak "diusahakan untuk tubuh tetap bergerak dengan olah raga selama 150 menit dalam sepekan, cuma memang waktunya jangan dipagi hari atau siang hari karena bisa menimbulkan proses dehidrasi dan beberapa problem. Jadi disarankan untuk olah raga yang ringan untuk menjaga masa otot, jadi disarankan olah raga menjelang berbuka puasa atau setelah buka puasa," kata Syarifuddin.

Air putih yang cukup baik diminum saat berbuka dan sahur, tercukupnya kalori, karbohidrat, lemak dan protein juga buah dan sayur harus tetap tercukupi guna membangun kebugaran didalam tubuh kita, juga mengatur waktu untuk berolahraga, Selain itu mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka tepat waktu sangat penting sehingga tubuh tetap sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....