Tips Beli Motor Bekas untuk First Riders
- 26 Mar 2026 20:34 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong,- Bagi anak muda yang baru memasuki dunia kerja atau masih menjadi mahasiswa, memiliki motor sendiri sering kali menjadi kebutuhan utama. Mobilitas tinggi, aktivitas kuliah, hingga kegiatan nongkrong menuntut kendaraan pribadi yang praktis. Namun, di tengah tekanan biaya hidup yang terus merangkak naik. Mulai dari harga bahan bakar, biaya kos, hingga kebutuhan sehari-hari,memutuskan antara membeli motor baru secara kredit atau mencari motor bekas yang lebih terjangkau menjadi dilema tersendiri.
Dengan anggaran terbatas, motor bekas bisa menjadi solusi cerdas. Harga motor bekas yang masih layak pakai (tahun 2020–2023) saat ini berkisar antara Rp 8 juta hingga Rp 15 juta, tergantung merek, kondisi, dan kilometer.
Ada beberapa keuntungan membeli motor bekas yaitu :
· Nilai penyusutan sudah terjadi, sehingga jika dijual kembali nilainya tidak anjlok drastis.
· Cicilan (jika menggunakan kredit bekas) jauh lebih ringan, bahkan bisa dibeli secara tunai dengan uang hasil tabungan.
· Pajak kendaraan bermotor (PKB) lebih rendah dibanding motor baru.
Namun, ada risiko yang harus diwaspadai. Dikutip Otosport, Technical Support Manager dari komunitas Bengkel Independen Indonesia (BII), Ahmad Fauzi, mengingatkan agar pembeli tidak tergiur harga murah tanpa melakukan pengecekan menyeluruh.
“Kami sering menerima keluhan first riders yang membeli motor bekas buta. Padahal, dengan pengecekan sederhana, banyak masalah besar yang bisa dihindari,” kata Fauzi dalam acara Workshop Cari Motor Bekas Aman yang digelar di Jakarta, Februari 2026.
Tips Membeli Motor Bekas untuk First Riders
Dikutip Otomotif.com,Berikut tips dari Ahmad Fauzi (BII) serta panduan dari platform jual beli motor bekas terkemuka, OLX Indonesia, yang dirangkum untuk pemula:
1. Cek Dokumen Secara Teliti
Pastikan STNK dan BPKB asli, bukan bodong. Cocokkan nomor rangka dan mesin dengan yang tertera di dokumen. Hindari motor dengan BPKB collector (atas nama orang lain) kecuali disertai surat kuasa bermaterai dan alasan yang jelas.
OLX Indonesia dalam laporan Trust & Safety 2025 menyebutkan bahwa 15% transaksi motor bekas bermasalah disebabkan oleh dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai.
2. Lakukan Pengecekan Fisik dan Mesin
Bawa motor ke bengkel langganan atau gunakan jasa mechanic inspection jika memungkinkan. Perhatikan:
· Mesin: Apakah ada suara kasar, asap berlebih, atau oli bocor.
· Kaki-kaki: Kondisi sokbreker, bearing, dan rem.
· Jarak tempuh: Waspadai indikator odometer yang terlalu rendah untuk motor tahun lama, bisa jadi telah di rollback.
3. Pilih Motor dengan Suku Cadang Mudah Dicari
Untuk first riders, pilih motor yang populer (seperti Honda Beat, Vario, atau Yamaha Mio). Suku cadangnya melimpah di pasaran dan harganya relatif terjangkau.
Data penjualan suku cadang dari PT Federal Nusa (Federall) menunjukkan bahwa tiga model tersebut menyumbang 60% permintaan komponen aftermarket sepanjang 2025, menandakan kemudahan perawatan.
4. Hitung Total Biaya, Bukan Hanya Harga Beli
Jangan hanya fokus pada harga motor. Hitung biaya tambahan:
· Balik nama (jika BPKB berbeda nama): sekitar Rp 1,5–3 juta tergantung daerah.
· Service besar setelah pembelian: Rp 500 ribu – Rp 1 juta.
· Pajak tahunan dan ganti oli rutin.
Di tengah tekanan biaya hidup yang tinggi, menjadi first rider bukan berarti harus terjerat cicilan yang memberatkan. Pilihan antara kredit motor baru dengan cicilan yang lebih stabil atau membeli motor bekas dengan harga lebih terjangkau sangat tergantung pada kondisi finansial masing-masing.
Yang terpenting, lakukan simulasi matang, perhitungkan semua biaya tambahan, dan jangan ragu untuk meminta bantuan orang yang lebih berpengalaman saat membeli motor bekas. Dengan perencanaan yang tepat, memiliki motor sendiri bisa menjadi solusi mobilitas yang nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....