Gaji Sering Habis sebelum Akhir Bulan, Coba Pola 50/30/20
- 22 Sep 2026 07:11 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Mengatur keuangan pribadi terkadang terasa sulit, terutama bagi mereka yang baru mulai memiliki penghasilan sendiri. Gaji yang seharusnya cukup untuk kebutuhan selama sebulan bisa saja habis lebih cepat karena tidak adanya perencanaan. Salah satu cara sederhana yang bisa dicoba adalah pola 50/30/20, yaitu metode membagi penghasilan berdasarkan kebutuhan, keinginan, serta tabungan atau investasi.
Sesuai namanya, pola 50/30/20 membagi penghasilan menjadi tiga bagian. Sebanyak 50 persen digunakan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan, dana darurat, atau investasi. Pembagian ini dapat membantu seseorang mengetahui batas pengeluaran sekaligus memastikan sebagian penghasilan tetap disimpan untuk masa depan.
Sebagai contoh, seseorang yang memiliki penghasilan bersih Rp5 juta per bulan dapat mengalokasikan sekitar Rp2,5 juta untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, tempat tinggal, listrik, internet, dan berbagai tagihan. Kemudian Rp1,5 juta dapat digunakan untuk kebutuhan yang bersifat keinginan, seperti nongkrong, membeli pakaian, hiburan, kuliner, atau berlangganan layanan digital. Sementara Rp1 juta sisanya dapat dialokasikan untuk tabungan, dana darurat, maupun investasi.
Namun, pola 50/30/20 tidak harus diterapkan secara kaku. Setiap orang memiliki kondisi keuangan dan biaya hidup yang berbeda. Mereka yang tinggal di daerah dengan biaya hidup tinggi atau memiliki banyak tanggungan mungkin membutuhkan lebih dari 50 persen penghasilan untuk kebutuhan pokok. Karena itu, angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai panduan dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan seperti makanan, transportasi, biaya tempat tinggal, listrik, dan kewajiban lainnya perlu menjadi prioritas. Sementara itu, belanja karena mengikuti tren, makan di restoran, membeli barang yang belum diperlukan, atau hiburan dapat dimasukkan ke dalam kategori keinginan.
Bagian 20 persen juga menjadi komponen penting karena berkaitan dengan masa depan keuangan. Bagi pemula, tidak perlu langsung memikirkan investasi dalam jumlah besar. Membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin sudah menjadi langkah yang baik. Dana tersebut bisa digunakan untuk membangun dana darurat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan tabungan atau investasi sesuai tujuan dan kemampuan.
Agar lebih mudah diterapkan, pembagian anggaran sebaiknya dilakukan segera setelah menerima gaji. Jangan menunggu sampai akhir bulan untuk melihat apakah masih ada uang yang tersisa untuk ditabung. Kebiasaan “menabung dari sisa gaji” justru sering membuat rencana menabung tidak berjalan. Sebaliknya, menyisihkan uang di awal dapat membantu membentuk kebiasaan finansial yang lebih disiplin.
Pada akhirnya, mengatur keuangan bukan berarti harus berhenti menikmati hasil kerja. Justru dengan memiliki anggaran untuk kebutuhan dan keinginan, seseorang tetap bisa menikmati hidup tanpa mengabaikan masa depan. Pola 50/30/20 dapat menjadi langkah awal yang sederhana bagi pemula untuk mulai mengelola penghasilan dengan lebih terencana.
Yang terpenting bukan sekadar mengikuti angka 50, 30, dan 20 secara sempurna, tetapi membangun kebiasaan untuk mengetahui ke mana uang pergi, menentukan prioritas, dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan. Dengan konsistensi, pengelolaan keuangan yang sederhana hari ini dapat membantu menciptakan kondisi finansial yang lebih aman di kemudian hari.
(Grace)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....