Susah Menyisihkan Uang? Ini 4 Langkah Praktis Menabung yang Mudah Diterapkan

  • 25 Mei 2026 06:19 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Menabung sering kali menjadi agenda yang paling sulit diwujudkan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Banyak orang menghadapi kendala yang sama, yakni uang pendapatan sudah habis terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan sebelum sempat disisihkan.

Padahal, kunci keberhasilan menabung tidak terletak pada seberapa besar sisa uang di akhir bulan, melainkan pada kedisiplinan dalam memotong anggaran di awal waktu. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menabung dari sisa pengeluaran, yang pada realitasnya jarang sekali bersisa.

Bagi yang ingin membangun fondasi keuangan yang lebih sehat, berikut adalah 4 langkah taktis yang dapat diterapkan untuk mulai menabung dengan mudah:

1. Terapkan Formula Anggaran 50/30/20

Membagi penghasilan secara ketat begitu menerima gaji adalah langkah awal yang sangat efektif. Alokasikan 50 persen pendapatan untuk kebutuhan pokok seperti makan dan tagihan bulanan, serta 30 persen untuk keinginan atau hiburan. Sementara itu, 20 persen sisanya wajib langsung dialokasikan untuk tabungan atau dana darurat tanpa toleransi.

2. Manfaatkan Sistem Tabungan Otomatis (Autodebet)

Salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi sifat konsumtif adalah dengan membatasi akses terhadap uang tersebut sejak awal. Masyarakat dapat memanfaatkan fitur autodebet yang kini tersedia di hampir seluruh aplikasi mobile banking. Dengan mengatur jadwal penarikan otomatis ke rekening khusus pada tanggal gajian, uang akan aman tersimpan sebelum sempat dibelanjakan.

3. Mulai dengan Target Nominal Kecil yang Konsisten

Menabung tidak harus langsung dimulai dengan angka yang besar hingga membebani kelangsungan hidup sehari-hari. Memulai dengan nominal kecil namun konsisten—misalnya Rp10.000 atau Rp20.000 per hari—jauh lebih efektif membentuk kebiasaan jangka panjang daripada menabung dalam jumlah besar tetapi hanya bertahan satu atau dua bulan saja.

4. Gunakan Aturan Jeda 24 Jam Sebelum Belanja

Kemudahan transaksi digital sering kali memicu pembelian impulsif (impulsive buying). Untuk mengatasinya, terapkan aturan jeda 24 jam ketika melihat barang yang diinginkan di platform belanja online. Masukkan barang tersebut ke dalam keranjang terlebih dahulu dan tunggu hingga keesokan hari. Jeda waktu ini terbukti efektif menurunkan hasrat emosional, sehingga seseorang dapat berpikir lebih jernih apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau sekadar keinginan sesaat.

Membangun kebiasaan menabung adalah sebuah proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, bukan kecepatan. Dengan menyumbat kebocoran pengeluaran dan berkomitmen pada perencanaan di awal bulan, target finansial yang sehat dapat dicapai secara bertahap tanpa harus merasa tersiksa.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....