Ingin Cuan Malah Boncos, Ini Kesalahan Fatal Investasi yang Sering Dilakukan
- 25 Mei 2026 07:00 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong — Kesadaran masyarakat untuk melek finansial dan berinvestasi tumbuh sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, emas, hingga aset kripto kini sangat mudah diakses hanya melalui layar ponsel.
Namun, tingginya semangat berinvestasi ini sayangnya tidak selalu dibarengi dengan literasi keuangan yang memadai. Alih-alih mendapatkan keuntungan (cuan) untuk masa depan, banyak investor pemula justru harus menelan kerugian besar (boncos) akibat terjebak pada pola pikir yang keliru.
Bagi Anda yang baru memulai atau sedang berjalan di dunia investasi. Dikutip Investor Trust, berikut adalah 4 kesalahan fatal yang wajib dihindari agar modal Anda tidak habis sia-sia:
1. Terjebak FOMO dan Ikut-ikutan Tren
Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan tren adalah musuh terbesar investor pemula. Kesalahan ini terjadi ketika seseorang membeli suatu aset hanya karena sedang viral di media sosial, menjadi perbincangan hangat, atau sekadar mengikuti rekomendasi figur publik, tanpa memahami fundamental dari aset tersebut. Berinvestasi tanpa analisis pribadi sama saja dengan berspekulasi atau berjudi.
2. Menggunakan "Uang Panas"
Menaruh seluruh modal menggunakan dana yang peruntukannya mengikat adalah kesalahan manajemen risiko yang sangat berbahaya. Contoh uang panas adalah dana darurat, uang sewa rumah, uang sekolah anak, atau bahkan hasil dari pinjaman online. Ketika pasar mengalami koreksi atau penurunan, investor yang menggunakan uang panas akan panik (panic selling) dan terpaksa mencairkan asetnya dalam posisi rugi karena dana tersebut harus segera digunakan.
3. Menaruh Semua Telur dalam Satu Keranjang
Istilah finansial "don't put all your eggs in one basket" merujuk pada pentingnya diversifikasi. Banyak pemula yang terlalu percaya diri dan menempatkan 100 persen modalnya hanya pada satu jenis instrumen investasi atau satu saham saja. Jika instrumen tersebut mengalami kejatuhan nilai, maka seluruh kekayaan investor tersebut akan ikut merosot tajam tanpa ada penopang dari aset lainnya.
4. Berharap Kaya Mendadak dalam Semalam
Banyak investor pemula masuk ke pasar keuangan dengan ekspektasi keliru bahwa investasi adalah jalan pintas untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Pola pikir instan ini membuat mereka mudah tergiur oleh tawaran investasi bodong yang menjanjikan imbal hasil pasti berkali-kali lipat setiap bulan. Padahal, investasi yang legal selalu berjalan beriringan dengan hukum "high risk, high return" semakin tinggi potensi keuntungan, semakin besar pula risiko kerugian.
Kunci utama kesuksesan dalam berinvestasi bukanlah modal yang besar, melainkan pemahaman yang matang terhadap produk investasi yang dipilih. Sebelum menyetorkan uang Anda, pastikan Anda sudah mempelajari risiko, biaya administrasi, serta legalitas perusahaan penyedia instrumen tersebut. Investasi terbaik pada tahap awal adalah investasi pada leher ke atas, yaitu meningkatkan ilmu dan literasi keuangan sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....