BI Pastikan Ketersedian Uang Tunai Bagi Masyarakat Tercukupi
- 17 Mar 2026 08:08 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID.SORONG- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Setian menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan ULE (Uang Layak Edar) dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat melalui titipan diwilayah Kota Sorong berkisar Rp. 203 miliar rupiah, sedang di areal Kabupaten Sorong Selatan sekitar Rp. 40,3 miliar rupiah yang dipersiapkan selama bulan Ramadan sampai tiba Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi.
"Kami telah menyediakan uang layak edar dengan jumlah tersebut, yang nantinya bisa d pergunakan masyarakat, baik di bulan Ramadan maupun di hari raya nantinya, ini dilakukan untuk menjaga kelancaran transaksi bagi masyarakat di HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional),"terangnya saat menggelar buka puasa bersama Insan Pers di Aston Hotel Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya, Senin 16 Maret 2026.
Lanjut Setian, dengan saldo yang lebih besar di tahun 2926, kebutuhan masyarakat akan uang tunai dalam bentuk pecahan bisa dipenuhi, sebab dapat mendukung transaksi keseharian masyarakat dan berbagi saat lebaran.
“Kami berharap agar transaksi tunai ini dapat berjalan lancar dan tentunya kami juga berharap masyarakat tidak lagi mengalami kendala,"ucapnya.
Selain itu kata Setian, BI juga menghadirkan inovasi layanan penukaran uang melalui website PINTAR (Penukaran Tarik Uang Rupiah) yang bisa diakses melalui 'pintar.bi.go.id.'
"Selain itu kami juga menghadirkan inovasi layanan dalam penukaran uang melalui website Pintar yang di akses melalui laman pintar.bi.go.id.,"ucapnya.
Setian juga meyebutkan jika layanan penukaran uang tahun ini di wilayah Papua Barat Daya dilakukan melalui kas keliling di Kabupaten Raja Ampat, sementara layanan penukaran melalui loket perbankan di kas titipan Sorong Selatan dilaksanakan 13 Maret 2026.
Pelaksanaan SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026, mengacu pada 3 (tiga) framework pengelolaan uang Rupiah yang dioptimalkan menjelang HBKN, yakni pertama ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya, kedua sistem distribusi uang yang efisien dengan layanan kas prima dan ketiga adalah penyiapan infrastruktur yang handal.
Bank Indonesia juga terus mengajak masyarakat untuk selalu 'Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah' yang ditunjukkan dengan cara merawat Uang Rupiah, bangga menggunakan Uang Rupiah dalam setiap bertransaksi, dan Paham Rupiah dengan berbelanja secara bijak. SERAMBI 2026 mengusung tema 'Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah'.
Selain itu dalam rangka mendorong kelancaran sistem pembayaran, BI juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran secara non tunai termasuk penggunaan QRIS untuk transaksi ritel, serta mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk mempersiapkan infrastruktur guna menghadapi peningkatan transaksi selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Berbagai rangkaian kegiatan untuk memperluas akseptasi sistem pembayaran nontunai telah dilakukan, salah satunya melalui kegiatan Qasuari Merah (QRIS Safari Ramadhan Penuh Berkah) 2026 yang diselenggarakan di 4 (empat) wilayah: Kabupaten Manokwari, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Raja Ampat, dan Kota Sorong. Sejalan dengan perluasan akseptasi digital melalui QRIS tersebut, Bank Indonesia juga terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan perlindungan konsumen di sektor sistem pembayaran dan layanan keuangan.
Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, serta penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah. Upaya ini dilakukan agar masyarakat merasa aman ketika melakukan transaksi digital, sehingga kepercayaan publik terhadap ekosistem pembayaran tetap terjaga.
Di sisi lain, tambah Setian, upaya penguatan ekosistem dan pengembangan talenta digital juga dilakukan oleh Bank Indonesia melalui inisiasi program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), melalui program PIDI DIGDAYA X Hackathon 2026, Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, asosiasi industri, dan berbagai mitra strategis mendorong lahirnya inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
"Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) yang selaras dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan talenta digital nasional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global,"pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....