Robert Kardinal: Miras Pangkal Masalah, Generasi Papua Harus Dilindungi
- 13 Des 2025 20:40 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong : Anggota DPR RI asal Papua Barat Daya, Robert Joppy Kardinal menegaskan bahwa minuman keras (miras) merupakan pangkal dari berbagai permasalahan sosial yang terjadi di Papua Barat Daya. Pernyataan tersebut disampaikannya saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kota Sorong, Sabtu, (13/12/2025).
Robert menyoroti bahwa konsumsi miras selama ini justru banyak dilakukan oleh orang dewasa, terutama para bapak. Menurutnya, setelah mengonsumsi miras, seseorang kerap kehilangan kendali diri, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga merugikan anak dan istri di dalam rumah tangga.
“Yang banyak minum miras ini orang dewasa, bapak-bapak. Setelah mabuk, hilang kendali, pulang ke rumah lalu anak dan istri yang jadi korban. Ini realita yang sering terjadi,” tegas Robert.
Robert menekankan, kondisi tersebut sangat berbahaya karena menciptakan lingkungan keluarga yang tidak aman bagi anak-anak. Anak yang tumbuh dalam suasana kekerasan dan ketakutan, lanjut Robert, akan mengalami gangguan psikologis dan berpotensi mengulang pola yang sama di kemudian hari.
Dalam kesempatan itu, Robert kembali mengutip pernyataan mantan Gubernur Papua Barat, Abraham Octovianus Ataruri, yang menyebutkan “Orang mabuk tidak bisa membangun Papua.” Ia menilai, selama miras masih menjadi bagian dari keseharian masyarakat, maka pembangunan sumber daya manusia Papua akan terus terhambat.
Robert menjelaskan, miras bukan hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menjadi pemicu utama berbagai persoalan sosial, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, perkelahian, hingga tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat Papua Barat Daya.
Robet menegaskan bahwa pemberantasan miras harus dilakukan secara tegas dan menyeluruh, dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, serta keluarga. Menurutnya, melindungi anak-anak dan perempuan dari dampak miras merupakan tanggung jawab bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....