Forum Pedagang OAP Apresiasi Peresmian Pasar Mama Papua di Sorong
- 24 Feb 2026 17:45 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Koordinator Forum Pedagang Orang Asli Papua (OAP) menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas peresmian Pasar Mama Papua yang dinilai menjadi momentum penting bagi pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP), khususnya di wilayah Klademak, Kota Sorong.
Ketua Koordinator pedagang OAP Daniel Jitmau, mengatakan bahwa potensi masyarakat Papua sebenarnya sangat besar, namun selama ini belum terkoordinasi dan belum mendapatkan pendampingan yang maksimal.
“Kami melihat bahwa potensi kita orang Papua, terlebih khusus di Klademak ini sebenarnya ada, tapi tidak ada yang mengkoordinir untuk memberikan pendampingan. Puji Tuhan kami menggagas ini, sehingga orang-orang Papua bisa tersentuh oleh pemerintah,” ujar Daniel saat sambutannya dalam peresmian pasar, Selasa, 24 Febuari 2026.
Daniel Jitmau juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat Daya yang telah menindaklanjuti aspirasi mereka setelah aksi penyampaian pendapat dan penyerahan poin-poin aspirasi beberapa waktu lalu.
“Kesempatan itu sehingga pasar ini bisa dibangun. Kami berterima kasih untuk Pak Gubernur atas beberapa kebijakan, termasuk bantuan modal usaha. Itu sebenarnya program Mekomas, kita dikasih kredit, tapi karena itu dana otsus tidak bisa dikredit atau dikembalikan. Itu hak kami orang Papua,” tegasnya.
Dirinya menambahkan Selain pembangunan pasar, para pedagang juga menerima bantuan berupa modal usaha dan sejumlah peralatan pendukung untuk aktivitas berdagang.
Forum Pedagang Orang Asli Papua (OAP) berharap fasilitas dan dukungan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan OAP yang berhak. Koordinator menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus).
“Jangan kita orang Papua manfaatkan bahwa ada program dana otsus, lalu hanya turun beli barang untuk foto sebagai persyaratan. Itu konsep yang salah. Nanti kalau ada bantuan dipakai sebentar lalu tidak jualan lagi, kemudian bilang dana otsus gagal. Sebenarnya dana otsus tidak gagal, hanya kita yang gagal,” katanya.
Daniel menyoroti pentingnya evaluasi dan penempatan pejabat teknis yang memahami kebutuhan OAP. “Kami minta OPD-OPD teknis untuk OAP itu harus orang Papua yang kelola dana otsus supaya lebih tahu,” tambahnya.
Forum Pedagang Orang Asli Papua berharap agar Pasar Mama Papua benar-benar menjadi ruang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan bagi mama-mama pedagang asli Papua. “Semoga ini bermanfaat bagi kami pedagang mama Papua. Kita orang Papua juga bisa melakukan hal-hal itu,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....