Mengenal Sejarah Hanger, Penemuan Sederhana Penjaga Kerapian Pakaian

  • 31 Agt 2026 07:43 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Gantungan baju atau hanger merupakan benda sederhana yang hampir selalu ada di setiap rumah. Namun, tahukah Anda siapa sosok kreatif di balik penemuan alat penunjang kerapian pakaian ini?

Sejarah mencatat bahwa perkembangan gantungan baju modern tidak lepas dari tangan dingin beberapa tokoh penting di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Paten Pertama oleh O. A. North

Jejak resmi penemuan hanger dimulai pada tahun 1869. Seorang pria asal New Britain, Connecticut, Amerika Serikat bernama O. A. North menjadi orang pertama yang mengantongi hak paten untuk alat gantungan pakaian. Desain awalnya menggunakan bahan kawat tipis yang dibentuk sederhana untuk menopang pakaian.

Inovasi Kawat Modern Albert J. Parkhouse

Memasuki tahun 1903, bentuk gantungan baju kawat yang kerap digunakan hingga saat ini lahir dari ide Albert J. Parkhouse, seorang karyawan di Timberlake Wire and Novelty Company. Berawal dari keluhan rekan kerjanya yang kekurangan tempat untuk menggantung jas, Parkhouse membengkokkan kawat menjadi dua lingkaran oval berurutan dan menambahkan kait di bagian atasnya. Desain ini lantas dipatenkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Prototipe Kayu Thomas Jefferson

Jauh sebelum versi kawat dipatenkan, Presiden ke-3 Amerika Serikat, Thomas Jefferson, disebut-sebut telah merancang gantungan pakaian berbahan kayu sederhana untuk lemari pribadinya di akhir abad ke-18. Walau tidak pernah dipatenkan secara resmi, rancangannya menjadi cikal bakal hanger kayu masa kini.

Penyempurnaan untuk Industri Dry Cleaning

Desain gantungan baju terus disempurnakan. Pada tahun 1932, Schuyler C. Hulett menambahkan gulungan karton pada bagian kawat bawah. Inovasi ini dirancang khusus agar celana bahan atau pakaian halus tidak mudah berkerut saat digantung—model yang hingga kini menjadi standar utama pada jasa dry cleaning.

Kini, hanger hadir dalam beragam variasi bahan, mulai dari plastik, kayu lapis, hingga logam berlapis velur, yang terus membantu menjaga kerapian busana masyarakat di seluruh dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....