Surat dari Ternate yang Membuka Jalan bagi Teori Evolusi Darwin

  • 07 Jun 2026 13:47 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Charles Darwin dikenal sebagai tokoh teori evolusi yang mengguncang ilmu pengetahuan abad ke-19. Sejarah sering melupakan bahwa lompatan besar pemikiran tersebut dipicu surat dari rumah kecil di Ternate tahun 1858.

Disadur GNFI, surat itu ditulis Alfred Russel Wallace, penjajah inggris yang sakit malaria di sela ekspedisinya di Kepulauan Maluku. Wallace terinspirasi mengenai cara spesies berubah dan beradaptasi melalui seleksi alam.

Tulisan ‘Surat Ternate’ ini bukan sekedar korespondensi biasa. Ia bom waktu intelektual yang memaksa Darwin memublikasikan pemikiran dua dekade-nya karena takut akan reaksi publik. Tanpa dorongan dari Ternate, teori pengubah wajah biologi ini mungkin terkubur lebih lama dalam laci meja kerja Darwin.

Alfred Russel Wallace 8 tahun di Nusantara mengumpulkan ribuan spesimen dari cendrawasih hingga serangga unik. Ia menyadari perbedaan fauna barat bercorak Asia dan timur bercorak Australia meski geografis berdekatan. Garis imajiner dikenal garis Wallace menjadi bukti sejarah bumi dan isolasi geografis membentuk variasi spesies secara radikal.

Di Nusantara Wallace melihat alam bekerja brutal namun efisien melalui seleksi alam. Spesies tidak adaptif punah, sementara yang mampu bertahan meneruskan sifat unggul pada generasi berikutnya.

Prinsip sederhana namun revolusioner ini lahir dari observasi mendalam Wallace terhadap kekayaan hayati tanah Maluku. Surat Ternate tiba di meja Darwin di Inggris, sang ilmuwan senior terkejut karena Wallace mencapai kesimpulan identik dengan riset rahasianya.

Ini memicu pembacaan bersama makalah mereka di Linnean Society of London pada 1 juli 1858. Ini menandai kelahiran ressmiteori evolusi melalui seleksi alam, fondasi ilmu biologi dan kedokteran modern hingga hari ini.

Dunia mungkin mengenal teori ini sebagai Darwinisme, namun benih intelektualnya disemai di hutan Maluku dan dirumuskan tertulis dibawah bayang gunung api Ternate. Tanpa kekayaan biodiversitas Nusantara sebagai bahan observasi Wallace, teori evolusi mungkin butuh waktu jauh lebih lama untuk ditemukan.

Surat dari Ternate adalah bukti permanen bahwa Indonesia bukan sekedar objek sejarah dunia melainkan tempat terpecahnya rahasia asal-usul kehidupan dibumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....