Bukan Sekadar Gaya, Ini Cara Tepat Memilih Helm yang Aman dan Nyaman

  • 22 Jul 2026 17:09 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Helm bukan sekadar aksesori pelengkap saat berkendara dengan sepeda motor, melainkan alat pelindung diri utama yang vital bagi keselamatan jiwa. Namun, tidak sedikit pengendara yang masih asal memilih helm tanpa memperhatikan aspek ukuran, standar keamanan, dan kenyamanan.

Menggunakan helm yang terlalu longgar atau terlalu sempit sama bahayanya. Helm yang terlalu longgar riskan terlepas saat terjadi benturan, sementara helm yang terlalu sempit dapat menimbulkan rasa pusing serta mengganggu konsentrasi berkendara.

Berikut adalah panduan praktis memilih helm yang tepat dan pas di kepala agar perjalanan Anda tetap aman dan nyaman:

1. Perhatikan Label Standar Keamanan

Pastikan helm yang Anda beli telah memenuhi standar keselamatan resmi. Di Indonesia, pilihlah helm yang memiliki logo SNI (Standar Nasional Indonesia) yang terembos (bukan sekadar stiker). Jika memilih helm impor, pastikan ada sertifikasi internasional seperti DOT atau ECE.

2. Ukur Lingkar Kepala Sebelum Membeli

Sebelum mendatangi toko helm, ukur lingkar kepala Anda menggunakan pita ukur. Posisikan pita di atas alis dan telinga melingkari bagian belakang kepala.

S: 55–56 cm

M: 57–58 cm

L: 59–60 cm

XL: 61–62 cm

3. Lakukan Fit Test (Tes Ketepatan)

Saat mencoba helm, rasakan jepitan busa di bagian pipi dan pelipis.

Helm yang Pas: Mengapit pipi dengan mantap (sedikit menekan pipi namun tidak sampai sakit) dan tidak bergeser saat Anda mengangguk atau menggelengkan kepala.

Helm Terlalu Besar: Mudah berputar atau terangkat saat Anda menggerakkan kepala secara cepat.

4. Periksa Tali Pengikat (Chinstrap)

Pastikan sistem pengunci tali helm berfungsi dengan baik, baik model Microlock maupun Double D-Ring. Tali pengikat harus bisa disesuaikan hingga menyisa jarak maksimal dua jari antara tali dan dagu.

5. Cek Kualitas Visor dan Ventilasi

Pilihlah helm dengan visor yang jernih (clear) untuk penggunaan harian, terutama di malam hari. Pastikan pula sistem ventilasi udara di bagian depan dan atas helm bekerja dengan baik untuk mencegah pengap dan embun saat hujan.

Edukasi Keselamatan: ganti helm Anda jika pernah mengalami benturan keras akibat kecelakaan, meskipun bagian luarnya tampak masih mulus. Struktur peredam benturan (EPS liner) di dalam helm umumnya sudah rusak setelah menerima dampak benturan hebat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....