UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Buleleng Perkuat Layanan Pendampingan Usaha

  • 05 Mar 2026 20:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, dalam kegiatan sinkronisasi program UMKM yang berlangsung di PLUT-KUMKM di Singaraja.

Menurut Sudiarta, secara nasional sektor UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian, bahkan mencapai sekitar 65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor UMKM menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi.

“UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk saat menghadapi situasi sulit seperti pandemi maupun perlambatan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan ekonomi daerah juga menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Buleleng tercatat terus meningkat hingga berada di kisaran 5,2 persen, sementara angka kemiskinan dan pengangguran juga menunjukkan tren penurunan.

Salah satu faktor yang mendorong perkembangan tersebut adalah semakin meningkatnya jumlah UMKM formal yang memiliki legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi produk, serta izin usaha lainnya.

“Kesadaran pelaku usaha untuk menjadi UMKM formal semakin meningkat. Mereka mulai mengurus izin usaha, sertifikasi, hingga legalitas produk agar bisa berkembang lebih jauh” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat layanan pendampingan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang menyediakan berbagai layanan bagi pelaku usaha.

Layanan tersebut meliputi konsultasi bisnis, pengembangan produk, desain kemasan, pembuatan logo usaha, hingga pendampingan pemasaran dan akses pembiayaan melalui perbankan.

Bahkan, pemerintah juga menjalankan program layanan jemput bola ke desa dan kecamatan untuk memudahkan pelaku UMKM memperoleh berbagai layanan usaha secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping membawa berbagai layanan seperti konsultasi perizinan, pendampingan sertifikasi pangan, desain branding hingga akses permodalan dari lembaga keuangan.

“Jadi masyarakat tidak hanya datang untuk diskusi, tetapi langsung mendapatkan solusi terhadap masalah usaha yang mereka hadapi,” kata Sudarta.

Ke depan, pemerintah daerah juga berencana memperkuat program inkubasi bisnis dan pengembangan jaringan pemasaran, termasuk membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke pasar ekspor.

Dengan berbagai program tersebut, diharapkan UMKM di Kabupaten Buleleng dapat terus berkembang dan menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.

Rekomendasi Berita