Pelaku Usaha Didorong Seimbangkan Bisnis Digital dan Konvensional
- 07 Feb 2026 15:44 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pelaku usaha saat ini didorong menyeimbangkan strategi bisnis konvensional dan digital menyusul perubahan perilaku konsumen pascapandemi. Keseimbangan ini dinilai penting agar usaha tetap relevan dan mampu menjangkau seluruh segmen pasar.
Perubahan pola perilaku masyarakat sejak pandemi COVID-19 mendorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor, termasuk dunia usaha. Pelaku bisnis kini tidak lagi bisa hanya mengandalkan metode penjualan konvensional, namun juga harus memperkuat kehadiran di platform digital.
Praktisi bisnis, I Dewa Gede Jaya Rahardi menilai, sebelum tahun 2020 mayoritas usaha masih bertumpu pada sistem konvensional. Namun setelah pandemi, transaksi dan promosi digital menjadi kebiasaan baru masyarakat.
Ia mengatakan, penggunaan media sosial dan marketplace membuat informasi produk lebih cepat menjangkau konsumen. Meski demikian, bisnis konvensional tetap memiliki keunggulan karena pembeli dapat melihat langsung kondisi fisik barang sebelum melakukan transaksi.
“Kelebihan konvensional itu orang bisa lihat barangnya langsung. Tapi kalau tidak diimbangi promosi digital, orang juga tidak tahu toko itu ada,” kata I Dewa Gede Jaya Rahardi.
Selain memperluas pasar, digitalisasi juga mempermudah pelaku usaha membuat materi promosi secara mandiri melalui berbagai aplikasi. Namun masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap hoaks dan penipuan transaksi online yang masih kerap terjadi.