Nyepi dan Ramadan Berdekatan, FKUB Buleleng Ajak Umat Jaga Kerukunan
- 10 Mar 2026 08:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Menjelang pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 yang berdekatan dengan ibadah Ramadan 1447 Hijriah, berbagai elemen keagamaan di Kabupaten Buleleng sepakat memperkuat semangat toleransi antarumat beragama. Kesepakatan tersebut lahir dari pertemuan Majelis Agama bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng yang digelar pada Senin, 2 Maret 2026, di Kantor FKUB di Singaraja.
Pertemuan itu menghasilkan seruan bersama yang menekankan pentingnya sikap saling menghormati dalam menjalankan ibadah masing-masing. Dengan suasana kekeluargaan dan kebersamaan, umat Hindu diharapkan dapat melaksanakan rangkaian Hari Suci Nyepi, sementara umat Islam tetap dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan penuh kekhusyukan.
Ketua FKUB Kabupaten Buleleng, I Gde Made Metera melalui kesepakatan dan seruan bersama menyatakan, pelaksanaan Nyepi tahun ini tetap mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, serta menyesuaikan dengan aturan adat atau dresta yang berlaku di setiap desa adat. Pedoman tersebut menjadi rujukan agar rangkaian Catur Brata Penyepian dapat berjalan tertib dan khidmat.
Dalam kesepakatan itu juga diantisipasi kemungkinan apabila penetapan Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Hari Suci Nyepi. Jika hal tersebut terjadi, umat Islam diperkenankan menyiapkan rangkaian perayaan di rumah masing-masing dengan menggunakan penerangan terbatas, sehingga tidak mengganggu suasana hening saat pelaksanaan Nyepi.
Selain itu, kegiatan ibadah seperti tarawih atau takbiran dapat dilaksanakan pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA dengan berjalan kaki menuju masjid atau mushola terdekat. Tempat ibadah juga diperbolehkan menggunakan lampu penerangan terbatas tanpa pengeras suara maupun bunyi-bunyian.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan akan melibatkan pecalang dengan koordinasi desa adat. Dukungan juga dapat datang dari unsur Banser dan Kokam dengan koordinasi Majelis Ulama Indonesia, serta pendampingan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah.
Melalui kesepakatan ini, FKUB Kabupaten Buleleng berharap semangat toleransi yang telah terbangun di Bali dapat terus terjaga. Dengan saling menghormati dan menjaga keharmonisan, perayaan Nyepi dan Ramadan diharapkan berlangsung damai, aman, serta menjadi contoh kerukunan antarumat beragama di Indonesia.