Ketika FIFA Dikritik Habis-Habisan, CAF Pilih Kaji Proposal Saham Piala Dunia

  • 30 Jul 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyikapi, proposal baru FIFA terkait penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
  • Berbeda dengan sejumlah federasi yang mengkritik FIFA, CAF memilih lebih dulu mengkaji isi proposal sebelum menyampaikan sikap resminya.
  • Rapat tersebut digelar setelah mereka menerima surat resmi dari FIFA yang memuat rincian lengkap mengenai proposal investasi tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) belum menentukan sikap atas proposal penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Organisasi tersebut memilih mengkaji dokumen FIFA sebelum menyampaikan pandangan resmi terkait usulan itu.

CAF menyatakan akan menggelar rapat Komite Eksekutif pekan depan dipimpin Presiden Patrice Motsepe. Rapat itu dilakukan setelah organisasi menerima rincian lengkap proposal investasi dari FIFA.

CAF menyampaikan pernyataan resmi melalui situs organisasinya pada Rabu, 29 Juli 2026. Organisasi itu juga meminta seluruh federasi anggota Afrika menelaah proposal FIFA.

"Rapat tersebut digelar setelah mereka menerima surat resmi dari FIFA yang memuat rincian lengkap mengenai proposal investasi tersebut. Seluruh dokumen akan dipelajari, dievaluasi, dan dibahas secara menyeluruh sebelum organisasi mengambil keputusan atau memberikan pandangan resmi," kata CAF dalam keterangan resminya, dikutip Kamis, 30 Juli 2026.

CAF menyatakan proses pembahasan proposal akan berlangsung terbuka bersama seluruh pemangku kepentingan Afrika. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan sikap yang mewakili kepentingan sepak bola Afrika.

CAF menegaskan komitmennya terus berkoordinasi dengan federasi anggota, FIFA, dan konfederasi lain. Setiap keputusan nantinya harus berorientasi pada peningkatan sumber daya finansial sepak bola.

Organisasi itu menilai masukan dari federasi anggota penting dalam proses konsultasi FIFA. Proses tersebut menjadi bagian pembahasan sebelum organisasi menyampaikan pandangan resminya.

Sebelumnya FIFA membuka peluang investasi sektor swasta pada aset komersial Piala Dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino juga disebut akan menjalankan peran menyerupai komisaris proyek.

Pengumuman tersebut memicu perdebatan di kalangan federasi dan otoritas sepak bola. Persatuan Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mempertanyakan transparansi dan tata kelola rencana itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....