FIFA Mau Jual Piala Dunia Rp355,8 Triliun? Blatter Kritik Tajam Infantino

  • 29 Jul 2026 10:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter melontarkan kritik tajam, terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino.
  • Infantino berencana, ingin membuka kepemilikan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor sektor swasta sekitar 17,3 miliar Euro (sekitar Rp355,8 triliun).
  • Hubungan erat antara presiden FIFA dan presiden Amerika Serikat telah mencapai dimensi finansial, menimbulkan kerusakan besar bagi sepak bola.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden FIFA Gianni Infantino berencana membuka kepemilikan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta 17,3 miliar euro. Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menilai rencana tersebut berpotensi mengubah sepak bola menjadi bisnis berorientasi keuntungan.

Laporan The Times dan The Telegraph mengungkap proposal pembentukan perusahaan baru untuk mengelola hak komersial FIFA. Perusahaan tersebut akan menaungi hak komersial Piala Dunia, Piala Dunia Wanita, serta Piala Dunia Antarklub.

Dalam skema itu, sekitar 20-30 persen saham perusahaan baru akan ditawarkan kepada investor sektor swasta. Nilai transaksi diperkirakan mencapai 17,3 miliar euro atau sekitar Rp355,8 triliun berdasarkan kurs Rp20.567 per euro.

Rencana tersebut dilaporkan pada Rabu, 29 Juli 2026 dan memunculkan perhatian terhadap arah pengelolaan kompetisi FIFA. Blatter juga mengaitkan proyek itu dengan kedekatan Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Hubungan erat antara presiden FIFA dan presiden Amerika Serikat telah mencapai dimensi finansial, menimbulkan kerusakan besar bagi sepak bola. Tidak ada seorang pun yang berhak menjual olahraga kita," kata Blatter dalam pernyataan tegasnya seperti dilansir Foot Mercato, Rabu, 29 Juli 2026.

Penolakan terhadap rencana tersebut sebelumnya juga disampaikan oleh Uni Sepak Bola Eropa atau Union of European Football Associations (UEFA). Organisasi itu menegaskan nilai, tata kelola, dan identitas sepak bola tidak layak diperlakukan sebagai aset komersial.

"Jiwa sepak bola dan tata kelolanya bukanlah aset untuk dijual," kata pernyataan tegas UEFA.

Sejumlah pihak menyampaikan kekhawatiran masuknya investor swasta dapat memperbesar orientasi bisnis dalam kebijakan FIFA. Kekhawatiran itu mencakup kemungkinan penyelenggaraan Piala Dunia lebih sering, penambahan peserta, serta pemilihan tuan rumah berdasarkan pertimbangan komersial.

Sorotan juga tertuju pada peluang Gianni Infantino memimpin struktur baru setelah masa jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir. Kondisi tersebut memunculkan tudingan konflik kepentingan dan menambah tekanan agar FIFA memberikan penjelasan kepada publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....