Usai Kontroversi Piala Dunia 2026, UEFA Ubah Aturan Penggunaan VAR
- 29 Jul 2026 09:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi memperketat, pedoman penggunaan Video Assistant Referee (VAR) mulai musim 2026/2027.
- Keputusan tersebut, UEFA belajar dari kontroversi Piala Dunia 2026 terkait sejumlah gol yang tercipta karena keputusan VAR.
- VAR bukanlah sistem yang bertugas mengambil alih kepemimpinan pertandingan. Teknologi tersebut hanya berfungsi membantu wasit utama, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan pengadil lapangan
RRI.CO.ID, Jakarta - Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi memperketat, pedoman penggunaan Video Assistant Referee (VAR) mulai musim 2026/2027. Keputusan tersebut, UEFA belajar dari kontroversi Piala Dunia 2026 terkait sejumlah gol yang tercipta karena keputusan VAR.
Keputusan UEFA itu, diambil bersama para pejabat perwasitan dari 55 federasi anggota UEFA. Semua itu, dalam upaya menciptakan penerapan hukum permainan yang lebih seragam dan konsisten.
Pertemuan yang berlangsung di markas UEFA, Nyon, Swiss, turut dihadiri perwakilan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB). Agenda utama pembahasan, mengevaluasi perubahan terbaru 'Laws of the Game' sekaligus menyusun standar baru perwasitan menjelang musim kompetisi mendatang.
Evaluasi tersebut dilakukan setelah muncul berbagai kontroversi selama Piala Dunia 2026. Sejumlah keputusan VAR, seperti gol Iran yang dianulir saat menghadapi Mesir serta hadiah penalti untuk Belgia ketika melawan Senegal.
Melansir Marca, UEFA dan IFAB sepakat, VAR hanya boleh digunakan ketika terjadi kesalahan yang jelas dan nyata. Atau, ketika wasit melewatkan insiden penting yang seharusnya mendapat keputusan di lapangan.
"VAR bukanlah sistem yang bertugas mengambil alih kepemimpinan pertandingan. Teknologi tersebut hanya berfungsi membantu wasit utama, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan pengadil lapangan," kata UEFA dalam keterangan resminya seperti dilansir Marca, Rabu, 29 Juli 2026.
Para pejabat perwasitan juga menyepakati pembatasan durasi peninjauan di monitor tepi lapangan. Menurut mereka, pemeriksaan yang berlangsung terlalu lama justru menunjukkan bahwa keputusan awal wasit tidak mengandung kesalahan yang benar-benar jelas.
Lalu, UEFA bersama federasi nasional menyetujui, penerapan standar yang lebih seragam terkait identifikasi pemain dalam berbagai insiden pertandingan. Kesepakatan itu mengikuti klarifikasi terbaru yang telah diterbitkan oleh IFAB.
Reformasi lain yang mendapat dukungan penuh adalah aturan untuk mengurangi pemborosan waktu selama pertandingan. Ketentuan baru tersebut, diterapkan pada situasi seperti tendangan gawang, lemparan ke dalam, pergantian pemain, hingga penghentian pertandingan akibat cedera.
UEFA menyatakan, para wasit akan diminta menerapkan aturan tersebut secara tegas dan konsisten di seluruh kompetisi domestik maupun internasional. Tujuannya adalah, meningkatkan waktu efektif permainan sekaligus mengurangi penundaan yang tidak diperlukan.
Aspek komunikasi antara wasit dan pemain juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. UEFA akan memperkuat protokol komunikasi yang menempatkan kapten tim sebagai penghubung utama dengan wasit.
Dalam beberapa pekan ke depan, UEFA berencana, mengumumkan langkah lanjutannya. Semua itu, guna memastikan seluruh kompetisi di Eropa menerapkan hukum permainan dan protokol VAR secara seragam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....