UEFA Tolak Rencana FIFA Gandeng Investor untuk Kompetisi

  • 29 Jul 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FIFA merencanakan ekspansi pendanaan pengembangan sepak bola hingga lebih dari 10 miliar dolar AS melalui pembukaan investasi minoritas swasta.
  • Rencana FIFA melalui anak usaha baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) mencakup pembukaan investasi untuk berbagai kompetisi termasuk Piala Dunia.
  • UEFA dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menentang rencana tersebut, menganggapnya mengkhianati kepentingan sepak bola global.

RRI.CO.ID, Jakarta – Rencana FIFA untuk membuka investasi swasta pada kompetisi, termasuk Piala Dunia, memicu kritik keras UEFA. Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, juga menilai langkah tersebut mengkhianati kepentingan sepak bola.

Dilansir dari BBC, FIFA berencana memperluas pendanaan pengembangan sepak bola hingga lebih dari 10 miliar dolar AS. Organisasi itu juga akan membuka investasi minoritas melalui anak usaha baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

Menurut FIFA, investor hanya akan memiliki kepemilikan minoritas tanpa kendali atas perusahaan tersebut. FIFA menegaskan tetap memegang seluruh kewenangan regulasi, kalender internasional, dan penyelenggaraan kompetisi.

Usulan itu masih harus memperoleh persetujuan dari 211 anggota FIFA melalui pemungutan suara. Jika disahkan, Thrive Eternal diperkirakan memimpin kelompok investor untuk FFE.

Thrive adalah perusahaan modal ventura yang didirikan Joshua Kushner, saudara dari Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump. Namun, sumber FIFA mengatakan kepada BBC bahwa belum ada pembahasan mengenai siapa yang akan menjadi CEO dari FFE.

Meski demikian, FIFA menyebut nantinya setiap asosiasi anggota berpeluang memperoleh dana pengembangan hingga 20 juta dolar AS. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan seluruh negara harus menikmati manfaat ekonomi yang dihasilkan sepak bola.

"Pertandingan sepak bola telah menciptakan nilai komersial luar biasa, dan kami menyambut keberhasilan itu. Tugas kami memastikan seluruh sepak bola berkembang secara berkelanjutan dan inklusif di setiap penjuru dunia,” kata Infantino, dikutip dari BBC, Rabu, 29 Juli 2026.

Namun, UEFA menilai proposal tersebut telah melampaui batas yang seharusnya dijaga oleh badan pengelola sepak bola. Badan pengatur sepak bola Eropa itu mempertanyakan transparansi serta pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial.

"Ini telah melewati batas yang tidak boleh dilanggar lembaga pengelola sepak bola. Jiwa dan tata kelola sepak bola bukan aset yang bisa diperjualbelikan,” ujar pernyataan resmi UEFA.

Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, juga mengecam rencana tersebut melalui media sosial X. Ia menegaskan sepak bola merupakan milik para penggemar, bukan investor.

"Sepak bola bukan milik investor, melainkan orang-orang yang memenuhi stadion setiap pekan. Piala Dunia bukan produk yang bisa dijual, dan sepak bola akan selalu menjadi milik para penggemar,” kata Burnham.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....