Kontroversi FIFA Makin Viral, Skorsing Balogun ternyata Dicabut oleh Satu Orang
- 13 Jul 2026 09:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kontroversi pencabutan skorsing penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, terus viral di Piala Dunia 2026.
- Dikabarkan, keputusan tersebut hanya ditetapkan oleh satu orang anggota Komite Disiplin FIFA tanpa melibatkan anggota lainnya.
- Dalam laporannya, disebutkan Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali mengambil keputusan secara sepihak untuk membatalkan hukuman larangan bermain terhadap Balogun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kontroversi pencabutan skorsing penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, terus viral di Piala Dunia 2026. Dikabarkan, keputusan tersebut hanya ditetapkan oleh satu orang anggota Komite Disiplin FIFA tanpa melibatkan anggota lainnya.
Informasi itu, diungkap oleh jurnalis The Times, Martyn Ziegler. Dalam laporannya, disebutkan Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali mengambil keputusan secara sepihak untuk membatalkan hukuman larangan bermain terhadap Balogun.
"Hanya Mohammad Al-Kamali yang mengambil keputusan mencabut skorsing Folarin Balogun. Tanpa melibatkan 17 anggota Komite Disiplin FIFA lainnya," kata Ziegler dalam laporannya di media The Times, Senin, 13 Juli 2026.
Sebelumnya, Balogun menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 16 besar. Penyerang tersebut, dianggap melakukan tekel keras sehingga otomatis harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan.
Namun, FIFA kemudian membatalkan sanksi tersebut sehingga Balogun tetap dapat tampil pada pertandingan berikutnya. Keputusan itu langsung memicu kritik dari berbagai pihak karena dinilai tidak lazim.
UEFA menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan langkah FIFA. Organisasi sepak bola Eropa menilai, keputusan itu sebagai tindakan yang aneh.
Karena, keputusan FIFA itu belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, UEFA menegaskan, keputusan itu tidak dapat dipahami dan tidak adil.
Kontroversi semakin membesar, karena FIFA tidak merilis dokumen maupun penjelasan resmi mengenai alasan pencabutan hukuman tersebut. Minimnya transparansi membuat berbagai spekulasi terus bermunculan.
Di tengah polemik itu, Presiden AS, Donald Trump mengaku, sempat menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait kasus Balogun. Pengakuan Trump tersebut, kemudian dibenarkan Infantino, meski ia menegaskan keputusan disiplin berada di tangan badan independen FIFA.
Meski demikian, fakta bahwa keputusan disebut hanya diambil oleh satu orang justru memunculkan pertanyaan baru. Hingga kini, Mohammad Al-Kamali belum memberikan komentar mengenai polemik tersebut.
Laporan The Times juga menyebut posisi Gianni Infantino di internal FIFA mulai mendapat tekanan akibat kontroversi ini. Sejumlah asosiasi sepak bola dikabarkan tengah mengevaluasi kembali dukungan mereka terhadap kepemimpinan Infantino.
Selain itu, rencana perubahan anggaran dasar FIFA yang disebut dapat membuka peluang masa jabatan baru bagi Infantino juga dilaporkan tertunda. Situasi tersebut dinilai menjadi dampak langsung dari polemik pencabutan skorsing Folarin Balogun yang terus menjadi sorotan dunia sepak bola.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....