Standar Ganda FIFA: Hukuman Quansah Tetap Berlaku, Balogun Lolos dari Skorsing
- 10 Jul 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- FIFA menuai kontroversi setelah mempertahankan hukuman skorsing dua laga untuk bek Inggris Jarell Quansah, tetapi menangguhkan sanksi kartu merah striker Amerika Serikat Folarin Balogun.
- Penangguhan hukuman Balogun menjadi sorotan karena disebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan lobi kepada FIFA sebanyak tiga kali dalam sepekan.
- Meski Balogun diizinkan bermain, Amerika Serikat tetap kalah telak 1-4 dari Belgia, sementara Trump mengaku tidak memahami aturan mengenai kartu merah.
RRI.CO.ID, Jakarta - FIFA kembali menunjukkan standar ganda dalam penanganan situasi di Piala Dunia 2026. Ketika kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, ditangguhkan, tidak dengan bek Inggris, Jarell Quansah.
Komite Disiplin FIFA menyatakan Quansah tetap harus menjalani hukuman akumulasi kartu merah. Dia dibelit sanksi skorsing dua laga.
Hukuman ini bersifat otomatis dijalankan. Bahkan, Quansah dipastikan tak bisa main saat Inggris menghadapi Norwegia serta semifinal, andai lolos.
Quansah diusir wasit karena melakukan tekel menggunakan dua kaki kepada pemain Meksiko, Jesus Gallardo. Aksi itu memang dianggap sebagai pelanggaran serius karena dampaknya bisa fatal.
Sebenarnya, pelanggaran serupa dilakukan Balogun dengan menginjak engkel bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Tapi, Balogun malah bisa main di laga kontra Belgia, dengan sanksi yang ditangguhkan.
Bisa dimainkannya Balogun menjadi kontroversi besar bagi FIFA selama Piala Dunia 2026. Sebab, ada campur tangan Presiden AS, Donald Trump, dalam proses penentuan keputusan.
Sebelumnya, Trump menelepon FIFA tiga kali selama sepekan demi menegosiasikan kartu merah Balogun. Bahkan, dia dengan bangga mengumumkan negosiasinya berhasil dan Balogun bisa main.
Menariknya, meski Balogun main, AS tetap dibantai oleh Belgia dengan skor 1-4. Dan Trump mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak mengerti arti kartu merah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....