UEFA Kritik Penangguhan Sanksi Kartu Merah Balogun di Piala Dunia
- 07 Jul 2026 09:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UEFA memprotes penangguhan sanksi kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.
- UEFA menilai hukuman larangan satu pertandingan setelah kartu merah merupakan aturan otomatis yang tidak boleh dikecualikan.
- Organisasi tersebut memperingatkan keputusan itu dapat menciptakan preseden dan mengganggu integritas serta kredibilitas kompetisi.
RRI.CO.ID, Jakarta - UEFA menyampaikan protes keras terhadap keputusan penangguhan sanksi kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun di Piala Dunia 2026. Organisasi sepak bola Eropa itu menilai keputusan tersebut berpotensi merusak integritas kompetisi karena bertentangan dengan aturan yang berlaku.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menyoroti keputusan yang menunda pelaksanaan hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap Balogun. Menurut UEFA, sanksi otomatis setelah pemain menerima kartu merah merupakan aturan yang tidak dapat diubah atau dikecualikan.
"Keputusan kemarin untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman larangan bermain satu pertandingan setelah kartu merah kepada Folarin Balogun telah melewati batas," kata UEFA dalam pernyataan resminya.
UEFA menegaskan bahwa sepak bola bergantung pada aturan yang menjadi dasar terciptanya kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Meski beberapa regulasi dapat ditafsirkan berbeda, aturan mengenai sanksi otomatis akibat kartu merah tidak memiliki ruang untuk interpretasi.
Menurut UEFA, hukuman minimal satu pertandingan setelah kartu merah bukanlah pilihan yang bersifat diskresi. Serta tidak memerlukan keputusan tambahan dari badan mana pun untuk diberlakukan.
Karena itu, pemberian pengecualian dinilai tidak dapat dibenarkan. Apalagi ketika sejumlah pemain lain di turnamen yang sama tetap menjalani hukuman sesuai regulasi.
“Ini adalah prinsip yang tertanam dalam peraturan, yang tidak dapat dikecualikan. Apalagi di tengah turnamen di mana beberapa pemain lain telah berada dalam situasi yang sama dan secara teratur menjalani skorsing mereka,” ujar mereka.
UEFA juga memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat menjadi preseden bagi pertandingan-pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026. Jika kasus serupa kembali terjadi, penyelenggara dinilai harus memberikan perlakuan yang sama, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kredibilitas kompetisi.
“Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak. Demikian pula, keputusan seperti itu menciptakan preseden dalam turnamen yang sedang berlangsung,” ucap lanjut pernyataan tersebut.
UEFA menambahkan bahwa sepak bola menjadi olahraga paling populer di dunia karena dimainkan dengan aturan yang sama di setiap negara. Oleh sebab itu, setiap keputusan yang diambil dalam ajang sebesar Piala Dunia diyakini dapat membawa dampak luas terhadap dunia sepak bola.
Di akhir pernyataannya, UEFA menyebut keputusan penangguhan sanksi Balogun sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Organisasi itu mengaku tidak memahami dasar keputusan tersebut dan menilainya tidak dapat dibenarkan.
"Kami menyatakan ketidakpercayaan atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan," kata tegas UEFA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....