Demi Karir Atlet, Rita Asmara Minta KONI Bebaskan Pemain Cadangan Bela Daerah Lain
- 24 Jun 2026 12:32 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kutai Barat, Rita Asmara Dewi, menyoroti pentingnya perlindungan karier bagi atlet lokal. Ia secara tegas meminta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar tidak menghambat atlet yang tidak terpakai di Kutai Barat untuk berkarier atau membela daerah lain.
Menurut Rita, kebijakan "mengunci" atlet yang sedang tidak masuk dalam skuad utama daerah adalah tindakan kontraproduktif yang justru mematikan masa depan sang atlet. Ia menegaskan bahwa setiap atlet memiliki hak untuk tetap berkompetisi guna menjaga performa dan jam terbang mereka.
"Saya selalu menegaskan, jangan sampai kita mematikan karier seseorang. Jika atlet tersebut tidak sedang dipakai di Kutai Barat, biarkan mereka mencari pengalaman di daerah lain. Jangan sampai mereka tidak diberi kesempatan bela Kubar, tapi saat mau bertanding di luar, justru dihalangi dengan alasan status kedaerahan," ujar Rita saat meninjau lokasi latihan atlet di kawasan GOR Desnan, Minggu 21 Juni 2026.
Anggota DPRD Kubar ini menilai, melarang atlet bertanding di luar daerah dengan dalih kedaerahan, sementara daerah sendiri tidak memfasilitasi mereka, adalah tindakan yang kurang sportif. Menurutnya, hal tersebut justru mematikan potensi dan prestasi para pemuda berbakat di Kutai Barat.
“Terutama cabor-cabor yang punya banyak atlet, sementara yang dikirim ikut bertanding hanya beberapa orang saja. Bagaimana mereka mau berkembang kalua tidak ada kompetisi ke luar daerah,” ucap wakil rakyat asal Ombau Asa tersebut.
Rita menceritakan pengalamannya dalam memperjuangkan hak para atlet agar tidak terkekang oleh regulasi yang kaku.
“Saya pernah kritik Ketua KONI sebelumnya yang melarang pemain bola dari Kubar bela daerah lain, sementara di kita tidak dipakai,” katanya.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Ketua KONI yang baru, Alsiyus, tata kelola atlet lebih profesional dan humanis.
"Harapan saya, Bang Alsiyus bisa membawa perubahan. Kita harus lebih menghargai masa depan atlet muda kita. Jika suatu saat Kutai Barat membutuhkan mereka kembali, lakukan negosiasi dengan cara yang baik, bukan dengan cara menghancurkan karier mereka saat ini," ujar Rita tegas.
Senada dengan itu, Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, menyatakan komitmennya untuk membenahi sistem pembinaan. Ia menegaskan bahwa KONI hadir untuk mewadahi potensi atlet, bukan menjadi penghalang bagi perkembangan karier mereka.
"Tugas kami bukan untuk menghalangi potensi anak muda, melainkan mewadahi. Kami sedang membenahi sistem pendataan dan pola koordinasi agar tidak ada lagi atlet yang merasa dirugikan. Ke depan, setiap perpindahan atau keikutsertaan atlet di luar daerah akan dikoordinasikan dengan baik agar hak-hak mereka tetap terlindungi," ujar Alsiyus.
Ia berharap, sinergi yang sehat antara KONI, pengurus cabang olahraga (Cabor), dan pemerintah daerah mampu menciptakan ekosistem olahraga yang tidak hanya melindungi, tetapi juga mampu mengasah potensi atlet lokal Kutai Barat. Dengan tata kelola yang lebih baik, Alsiyus optimis bakat-bakat muda daerah dapat tersalurkan secara maksimal dan kian berdaya saing di level yang lebih tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....