Latihan di Rumput Liar, Atlet Woodball Kubar Pantang Menyerah Demi Medali Porprov
- 23 Jun 2026 12:47 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Keterbatasan sarana dan prasarana tidak menyurutkan semangat atlet Woodball Kutai Barat (Kubar) dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.
Meski harus berlatih di lapangan sederhana yang ditumbuhi rumput liar hingga menghadapi kasus pencurian fasilitas latihan, para atlet tetap fokus mengejar prestasi terbaik untuk daerah.
Ketua Ikatan Woodball Indonesia (IWBA) Kutai Barat, Arik Andrew Revanza, mengatakan perjalanan persiapan menuju Porprov tidak berjalan mudah. Tim harus beberapa kali berpindah lokasi latihan, mulai dari depan GOR Desnan Sendawar, kawasan Politeknik Sendawar, hingga akhirnya berlatih di area belakang GOR Desnan yang berdekatan dengan lapangan golf.
Menurut Arik, perpindahan lokasi tersebut dilakukan untuk mencari tempat latihan yang lebih aman dan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga woodball.
"Kami sempat mengalami kendala saat berlatih di kawasan Politeknik. Tali lintasan yang kami gunakan dicuri, sementara kalau harus bongkar-pasang setiap hari cukup merepotkan dan memakan waktu. Karena itu kami mencari lokasi yang lebih aman untuk latihan," ujarnya saat menerima kunjungan Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, Minggu 21 Juni 2026.
Meski demikian, Arik menilai lapangan yang digunakan saat ini masih layak untuk latihan. Menurutnya, karakter lapangan rumput tersebut cukup sesuai dengan standar arena pertandingan woodball.
"Tinggal dibersihkan saja. Secara umum lapangan ini sudah memenuhi standar untuk latihan," ujarnya.
Selain persoalan lokasi, keterbatasan peralatan juga menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya hingga saat ini atlet masih menggunakan mallet atau stik yang sama untuk latihan dan pertandingan. Kondisi tersebut membuat pengurus khawatir peralatan cepat rusak sebelum Porprov digelar.
"Kami berharap ada tambahan bantuan peralatan, terutama stik dan perlengkapan lintasan. Saat ini alat latihan dan alat bertanding masih sama, sehingga kami harus menjaganya dengan baik," katanya.
Andrew menambahkan, saat ini sekitar 15 atlet aktif mengikuti program latihan. Dari jumlah tersebut, tujuh atlet telah dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kutai Barat di Porprov Kaltim 2026. Mereka akan turun pada nomor single fairway putri, team fairway putri, dan mix putra-putri.
Arik mengakui sebagian besar atlet telah memasuki usia produktif dan memiliki pekerjaan masing-masing. Namun hal itu tidak mengurangi komitmen mereka untuk berlatih. Para atlet tetap meluangkan waktu mengikuti latihan, terutama pada akhir pekan saat seluruh anggota tim dapat berkumpul.
"Kami memang jarang latihan dengan formasi lengkap karena sebagian atlet bekerja. Tapi kalau hari Minggu biasanya semua bisa hadir dan latihan bersama," katanya.
Dukungan Penuh KONI Kubar
Di tengah berbagai keterbatasan, kunjungan Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, memberikan motivasi tambahan bagi para atlet. Arik menilai perhatian langsung dari pimpinan KONI menjadi bukti bahwa kebutuhan dan kendala yang dihadapi atlet mendapat perhatian serius.
"Kami sangat senang dan bersyukur karena Ketua KONI datang langsung melihat kondisi atlet. Keluhan dan kebutuhan kami bisa didengar secara langsung sehingga menjadi penyemangat bagi atlet untuk terus berlatih," katanya.
Ia juga menyambut baik wacana kenaikan bonus atlet yang tengah diperjuangkan KONI. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi motivasi tambahan bagi atlet untuk meningkatkan prestasi.
"Kalau bonus meningkat tentu akan menambah semangat atlet. Namun yang paling penting saat ini adalah fokus latihan dan memberikan yang terbaik untuk Kutai Barat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, menegaskan pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada seluruh cabang olahraga yang tengah mempersiapkan diri menuju Porprov Kaltim 2026.
Ia sengaja turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi atlet sekaligus mendengar berbagai kebutuhan yang diperlukan selama masa persiapan.
"Saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi kendala atlet dan pengurus cabang olahraga. Jangan sampai perjuangan mereka untuk mengharumkan nama Kutai Barat terkendala oleh persoalan yang sebenarnya bisa kita carikan solusi bersama," ucap Alsiyus.
Menurutnya, KONI juga sedang mengupayakan peningkatan bonus bagi atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka selama menjalani pembinaan dan latihan.
"Bonus memang bukan tujuan utama, tetapi itu bentuk penghargaan atas perjuangan atlet. Yang terpenting saat ini adalah memastikan mereka bisa berlatih dengan baik dan tampil maksimal saat Porprov nanti," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....