Mengenal Woodball, Golf Versi Terjangkau yang Jadi Primadona Baru di Kubar
- 23 Jun 2026 05:17 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Sering disebut sebagai "golf versi terjangkau", olahraga Woodball kini mulai mencuri perhatian di Kutai Barat. Meski memiliki kemiripan teknis dengan golf, cabang olahraga yang menuntut akurasi dan ketenangan ini menawarkan kemudahan akses dan biaya yang jauh lebih ekonomis, menjadikannya pilihan menarik bagi generasi muda yang ingin berprestasi.
Ketua Ikatan Woodball Indonesia (IWBA) Kubar, Arik Andrew Revanza, menjelaskan Woodball adalah olahraga permainan di atas rumput di mana pemain menggunakan palu bertongkat panjang (malet) untuk mengarahkan bola masuk ke gawang kayu.
"Cara bermainnya hampir mirip dengan golf, yakni menentukan pemenang berdasarkan jumlah pukulan paling sedikit. Bedanya, kalau stik golf bisa mencapai harga jutaan rupiah, stik malet untuk Woodball berkualitas baru hanya berkisar di angka Rp800.000 hingga Rp900.000," ujar Andrew saat ditemui d sela-sela Latihan atlet di kompleks GOR Desnan Sendawar, Minggu 21 Juni 2026.
Dalam regulasi resminya, pemain memulai pukulan dari area awal dan harus mengarahkan bola melewati gerbang kayu dalam serangkaian pukulan. Olahraga yang mulai mendunia sejak dipertandingkan di Asian Beach Games 2008 ini pun kini menjadi salah satu cabang olahraga yang disiapkan untuk mengharumkan nama Kutai Barat di ajang Porprov.

Woodball sendiri menawarkan variasi kompetisi yang cukup luas. Nomor-nomor yang biasa dipertandingkan meliputi kategori Stroke (Tunggal dan Beregu putra-putri) serta kategori Fairway (Tunggal, Ganda, Beregu putra-putri, dan Ganda Campuran). Satu tim Woodball sendiri umumnya terdiri dari dua hingga empat orang pemain.
Kehadiran Woodball di Kutai Barat diharapkan menjadi angin segar bagi dunia olahraga lokal. Dengan struktur permainan yang tak hanya mengandalkan fisik tetapi juga strategi dan konsentrasi, Woodball membuka peluang bagi siapa saja untuk bisa tampil di level provinsi bahkan nasional dengan biaya yang lebih ramah di kantong.
Bagi warga Kutai Barat yang ingin menjajal tantangan baru, Woodball hadir sebagai alternatif olahraga prestasi yang inspiratif. Dengan ketekunan berlatih di lapangan hijau, cabang olahraga ini kini menjadi tumpuan harapan bagi para atlet muda Kubar untuk menorehkan prestasi gemilang di masa depan.
Jaring Bibit Atlet Muda, Woodball Kubar Agendakan Sosialisasi ke Sekolah
IWBA Kubar mulai melirik sekolah-sekolah untuk melakukan regenerasi atlet. Langkah ini diambil sebagai upaya pengenalan olahraga Woodball kepada generasi muda agar lebih memasyarakat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Andrew mengakui olahraga Woodball memang belum sepopuler cabang olahraga lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, pengurus cabor telah menyusun program strategis untuk memperkenalkan Woodball sebagai kegiatan ekstrakurikuler di berbagai sekolah di Kutai Barat.
"Kami sudah mengagendakan untuk datang ke sekolah-sekolah. Masukan dari Ketua KONI (Alsiyus) pun sejalan dengan rencana kami, yakni menjadikan Woodball sebagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa," ucap Andrew.
Rencana ini diharapkan dapat menjaring bibit atlet baru yang potensial sejak dini. Menurut Andrew, pengenalan sejak masa sekolah adalah kunci utama untuk membangun fondasi atlet Woodball yang tangguh di masa depan. Namun, ia tidak menampik bahwa realisasi program tersebut masih menemui tantangan.
"Saat ini, kami masih menghadapi keterbatasan dana untuk sosialisasi. Tapi kami terus berupaya mencari cara agar olahraga ini tetap bisa tersosialisasi dengan baik kepada anak-anak muda," kata Andrew.
Langkah jemput bola ke sekolah-sekolah ini menjadi bukti keseriusan pengurus Woodball Kubar untuk membangun keberlanjutan prestasi olahraga. Diharapkan, melalui program ini, Woodball tidak hanya menjadi sekadar hobi, melainkan menjadi wadah bagi atlet muda Kubar untuk mengukir prestasi hingga ke tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....