Perkuat Regenerasi, FORKI Kubar Mulai Cetak Atlet Karate sejak Usia TK

  • 22 Jun 2026 16:52 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Kutai Barat mulai menyasar anak-anak usia dini sebagai kader atlet masa depan. Salah satunya mulai mencetak atlet karate sejak usia taman kanak-kanak (TK) sebagai bagian dari upaya regenerasi atlet jangka panjang.

Pembinaan usia dini tersebut terus dilakukan melalui perguruan Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) yang aktif melatih anak-anak sejak usia prasekolah.

Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kutai Barat, Nopandel, mengatakan keterlibatan atlet usia dini sangat penting untuk membangun fondasi motorik dan kedisiplinan sejak dini. Menurutnya, anak-anak pada usia tersebut sudah memiliki kemampuan untuk diarahkan dalam melatih gerak tangan dan kaki melalui teknik dasar karate.

"Sekarang kami menerima peserta mulai usia prausia dini. Anak TK sudah bisa ikut latihan selama mereka bisa diarahkan bergerak menggunakan tangan dan kaki," kata Nopandel saat memimpin Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester I Tahun 2026 INKAI Kutai Barat di Gedung Latihan Simpang Raya, Minggu 21 Juni 2026.

Nopandel menjelaskan, karate tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk disiplin, kepercayaan diri, serta karakter anak sejak usia muda. Karena itu, pembinaan atlet tidak harus menunggu anak memasuki usia remaja.

Selain latihan rutin, anak-anak juga dapat mengikuti berbagai kategori pertandingan yang disesuaikan dengan kelompok usia mereka, baik pada nomor kata maupun kumite. Kesempatan bertanding tersebut menjadi sarana untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan mental kompetitif sejak dini.

Menurut Nopandel, regenerasi atlet menjadi kebutuhan utama agar prestasi karate Kutai Barat dapat terus berlanjut. Atlet-atlet muda yang saat ini menjalani pembinaan diharapkan mampu menggantikan atlet senior yang selama ini menjadi andalan daerah.

"Kami terus membina anak-anak muda sebagai penerus atlet-atlet yang ada sekarang. Mereka inilah yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk Porprov hingga event nasional," ujarnya.

Komitmen pembinaan usia dini juga terlihat dalam pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester I Tahun 2026 yang diikuti sekitar 125 karateka dari berbagai tingkatan sabuk. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi hasil latihan sekaligus pembentukan karakter dan disiplin atlet.

Sementara itu, Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, mengapresiasi langkah FORKI dan INKAI yang konsisten membangun pembinaan atlet dari usia dini. Menurutnya, keberhasilan olahraga daerah sangat bergantung pada kualitas pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

"Atlet berprestasi tidak lahir secara instan. Mereka dibentuk melalui proses yang panjang. Karena itu, pembinaan sejak usia dini seperti yang dilakukan FORKI dan INKAI ini sangat penting untuk masa depan olahraga Kutai Barat," kata Alsiyus.

Ia berharap pembinaan yang dilakukan saat ini mampu melahirkan karateka-karateka potensial yang kelak dapat mengharumkan nama Kutai Barat di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....