Hadapi Tantangan Regenerasi, PODSI Kubar Tetap Bidik Juara Umum di Porprov 2026

  • 18 Jun 2026 05:27 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Kutai Barat mematok target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Paser. Meski tengah berjuang keras melakukan regenerasi atlet, tim dayung kebanggaan Kutai Barat ini tetap optimis untuk mempertahankan predikat juara umum yang pernah diraih di Porprov Berau 2022.

Sekretaris Umum PODSI Kutai Barat, Perdana Arisetiawan, menegaskan target minimal yang dicanangkan adalah membawa pulang kembali 9 medali emas. Angka tersebut diyakini cukup untuk mengunci posisi puncak perolehan medali sebagaimana pencapaian luar biasa tim pada ajang sebelumnya.

"Untuk sementara, target kita realistis saja. Kami ingin mengulangi capaian tahun 2022 dengan target 9 emas. Insyaallah, perolehan itu sudah cukup untuk membawa kita kembali sebagai juara umum," ujar Iwan, sapaan akrabnya saat menerima kunjungan Ketua KONI Kubar di Danau Kelumpang, Selasa 16 Juni 2026.

Optimisme ini muncul meskipun tim saat ini harus melakukan transisi besar-besaran. Dia mengaku saat ini, 90 persen atlet yang berlatih di Danau Kelumpang adalah wajah-wajah baru atau atlet junior.

Mereka rata-rata masih duduk di bangku sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA, dan baru memiliki pengalaman perdana di babak kualifikasi (BK) tahun 2025 lalu.

Walaupun minim pengalaman, performa atlet-atlet muda ini terbukti menjanjikan. Pada babak kualifikasi akhir tahun lalu, mereka berhasil lolos di 24 nomor tanding dan menempati peringkat ketiga dengan perolehan 2 emas, 5 perak, dan 7 perunggu.

Iwan menambahkan, PODSI Kutai Barat kini terus mematangkan persiapan, termasuk menyesuaikan diri dengan adanya wacana penambahan nomor tanding dari tuan rumah Paser.

"Hasil dari rapat koordinasi dengan pengurus PODSI Provinsi, tuan rumah Paser berencana menambah nomor tanding jadi 31 nomor. Karena itu, kami terus menyiapkan tambahan atlet agar siap bersaing di setiap kelas yang dilombakan. Untuk saat ini kami sudah menyiapkan 40 atlet," katanya.

Meski dengan keterbatasan fasilitas latihan dan waktu persiapan yang menyisakan sekitar empat bulan, para atlet tetap digembleng secara intensif di bawah pengawasan ketat tim pelatih.

Waktu Kian Mepet, Tim Pelatih Fokus Genjot Fisik Atlet Junior

Pelatih dayung, Joni Anwar, mengakui bahwa waktu persiapan menuju Porprov di bulan November mendatang kian terbatas. Praktis, tim hanya memiliki waktu efektif sekitar empat bulan untuk mematangkan performa atlet.

"Sekarang ini intensitas latihan kami memang sangat minim karena waktunya mepet. Kita sudah di bulan enam, sementara Porprov direncanakan bulan sebelas. Paling banyak kita hanya punya waktu empat bulan lagi," ujar Joni dengan nada serius.

Joni menjelaskan, tantangan utama saat ini adalah komposisi atlet yang didominasi wajah baru. Dari seluruh tim yang ada, hanya tersisa dua atlet senior, sementara sisanya adalah atlet junior yang baru meniti karier. Kondisi ini membuat tim pelatih harus menerapkan program latihan yang lebih bertahap dan terukur.

"Karena mayoritas atlet adalah pemula, kami menerapkan program secara bertahap. Kami mulai dengan long distance seperti mendayung nonstop selama setengah jam atau menempuh jarak 3 kilometer. Selain itu, kami juga kombinasikan dengan program interval, pavlet, serta latihan menggunakan beban untuk menguji ketahanan fisik mereka," kata Joni.

Terkait berkurangnya jumlah atlet senior, Joni mengungkapkan bahwa 80 persen dari peraih medali tahun 2022 kini telah memiliki kesibukan lain, seperti bekerja di perusahaan atau berkeluarga. Hal ini memaksa tim pelatih untuk merombak strategi dari awal.

Meski demikian, Joni memastikan bahwa tim pelatih tidak akan berkecil hati. Pengalaman panjangnya sebagai pelatih sejak tahun 2010 menjadi modal utama untuk mengelola kondisi fisik atlet agar tetap prima dan tidak mengalami penurunan performa (drop) saat hari pertandingan tiba.

"Biasanya kami menerapkan latihan keras di awal, lalu melonggarkannya setengah bulan sebelum berangkat untuk menjaga fisik anak-anak. Saat ini kami terus berusaha semampu mungkin agar tetap bisa menyumbangkan medali sebanyak-banyaknya," ucap pria 58 tahun itu.

Semangat kolektif ini menjadi modal utama bagi PODSI Kutai Barat untuk kembali mengharumkan nama daerah di panggung olahraga bergengsi tingkat provinsi November mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....