Panahan Jadi Wadah Positif, Kadispora Kubar: Orang Tua Jangan Takut Tekor

  • 16 Jun 2026 07:03 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Barat, Gamas Laden, mengajak para orang tua untuk terus mendukung anak-anak menekuni olahraga sebagai bagian dari investasi masa depan.

Menurutnya, keterlibatan anak dalam kegiatan positif seperti panahan tidak hanya membuka peluang meraih prestasi, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan pola hidup sehat sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Gamas saat menutup Kejuaraan Indoor Open Mini Archery Series IV di GOR Desnan Sendawar, Minggu 14 Juni 2026. Ia mengaku terkesan melihat antusiasme para orang tua yang setia mendampingi anak-anak mereka selama dua hari pelaksanaan kejuaraan.

"Saya melihat orang tua sangat bersemangat mendampingi anak-anaknya sampai malam hari. Jangan lelah dan jangan takut tekor untuk mendukung mereka, karena ini adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita," kata Gamas.

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk generasi muda yang produktif dan berprestasi. Anak-anak yang memiliki aktivitas positif cenderung lebih fokus mengembangkan diri dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

"Kalau mereka sudah punya hobi yang positif seperti olahraga, waktunya akan banyak digunakan untuk latihan dan kegiatan yang bermanfaat. Ini tentu membantu menjauhkan mereka dari hal-hal yang tidak baik," ujarnya.

Gamas menilai olahraga panahan tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga mengajarkan kesabaran, konsentrasi, disiplin, serta kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari maupun saat mengejar prestasi olahraga.

Ia juga mengapresiasi Perpani Kutai Barat yang secara konsisten menggelar kompetisi sebagai bagian dari pembinaan atlet. Menurutnya, latihan rutin harus dibarengi dengan kesempatan bertanding agar atlet dapat mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman di lapangan.

"Berlatih saja tidak cukup. Atlet juga harus sering bertanding untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang sudah dibangun selama latihan. Kejuaraan seperti ini menjadi tempat evaluasi sekaligus menambah pengalaman bertanding," katanya.

Lebih lanjut, Gamas meyakini kejuaraan yang digelar secara berkelanjutan akan menjadi sarana efektif untuk melahirkan bibit-bibit atlet panahan potensial dari Kutai Barat. Pengalaman bertanding sejak usia dini dinilai mampu membentuk mental juara dan meningkatkan kepercayaan diri atlet.

"Anak yang belum berhasil menjadi juara pasti akan penasaran dan ingin mencoba lagi. Dari situlah mereka belajar mengevaluasi diri dan berlatih lebih keras agar bisa tampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya," ujarnya.

Ia optimistis, dengan dukungan orang tua, pelatih, klub, dan pemerintah daerah, Kutai Barat akan mampu melahirkan pemanah-pemanah handal yang dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

"Dengan seringnya berlatih dan seringnya diadakan event seperti ini, tidak mustahil akan muncul pemanah-pemanah handal dari Kutai Barat yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi," ucap Gamas.

Sementara itu, Ketua Perpani Kutai Barat, Sadli, turut mengapresiasi peran para orang tua yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh latihan dan bakat, tetapi juga dukungan keluarga yang konsisten.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang selalu mendukung anak-anaknya. Pembinaan atlet tidak bisa berjalan sendiri. Dengan dukungan keluarga, kami optimistis akan semakin banyak atlet panahan Kutai Barat yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi," ujar Sadli.

Ia menambahkan, sinergi antara orang tua, pelatih, klub, dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi atlet yang berkarakter dan berprestasi. Karena itu, Perpani berharap dukungan terhadap anak-anak yang menekuni olahraga panahan terus terjaga agar proses regenerasi atlet di Kutai Barat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....