Perkuat Regenerasi, PELTI Kubar Latih Atlet Usia Empat Tahun hingga Remaja
- 31 Mei 2026 06:56 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Persatuan Tennis Seluruh Indonesia (PELTI) kabupaten Kutai Barat tidak hanya fokus mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026, tetapi juga serius membangun regenerasi melalui pembinaan atlet usia dini.
Pelatih Tenis Lapangan Kutai Barat, Ahmad Junaidi, mengatakan program pembinaan junior telah berjalan secara rutin setiap Minggu sore di Lapangan Tenis Dispora Kutai Barat. Program tersebut menjadi langkah jangka panjang untuk mencetak atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di masa depan.
"Saat ini ada sekitar 10 atlet junior yang mengikuti latihan. Usianya beragam, mulai dari tiga tahun, empat tahun, tujuh tahun, delapan tahun sampai 12 tahun," kata Junaidi saat ditemui di sela latihan atlet, Sabtu 30 Mei 2026.
Menurutnya, pengenalan olahraga tenis sejak usia dini penting untuk membentuk dasar teknik, disiplin, dan mental bertanding atlet. Karena itu, PELTI Kutai Barat terus membuka ruang bagi anak-anak yang ingin mengenal dan menekuni tenis lapangan.

Junaidi menegaskan pembinaan atlet muda merupakan investasi penting bagi keberlanjutan prestasi tenis lapangan di Kutai Barat. Melalui latihan yang berkesinambungan, para atlet junior diharapkan dapat berkembang dan mengikuti berbagai kejuaraan kelompok umur di tingkat daerah maupun provinsi.
"Kami ingin mereka tumbuh bersama proses pembinaan yang baik. Regenerasi harus disiapkan dari sekarang agar prestasi tenis Kutai Barat tetap berlanjut di masa depan," ujarnya.
Ia optimistis atlet-atlet muda yang saat ini berlatih memiliki peluang untuk menjadi tulang punggung Kutai Barat pada ajang-ajang olahraga mendatang. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka dapat memperkuat Kalimantan Timur di tingkat nasional.
"Kalau atlet Kutai Barat bisa berprestasi dan meraih medali di Porprov, peluang untuk dipanggil memperkuat Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tentu semakin terbuka. Itu yang sedang kami persiapkan melalui pembinaan sejak usia dini," ucapnya.
Sementara itu Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, mengapresiasi langkah PELTI yang tidak hanya berfokus pada target medali di Porprov, tetapi juga menyiapkan generasi atlet masa depan melalui pembinaan usia dini.
Menurut Alsiyus, keberhasilan olahraga tidak dapat dibangun secara instan. Regenerasi atlet harus dilakukan secara berkelanjutan agar prestasi daerah tetap terjaga dari waktu ke waktu.
"Pembinaan usia dini seperti yang dilakukan PELTI ini sangat penting. KONI tentu mendukung upaya setiap cabang olahraga yang serius menyiapkan atlet-atlet muda sebagai penerus prestasi Kutai Barat," ujarnya.
Ia berharap atlet-atlet junior yang saat ini menjalani latihan dapat terus berkembang dan kelak menjadi andalan Kutai Barat pada berbagai ajang olahraga, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....