KONI Kubar Perjuangkan Kenaikan Bonus Atlet, Target Peraih Emas Dapat Rp75 Juta

  • 30 Mei 2026 16:57 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten Kutai Barat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan atlet menjelang pelaksanaan Porprov Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperjuangkan kenaikan bonus bagi atlet berprestasi agar lebih kompetitif dan mampu memotivasi para atlet untuk meraih hasil terbaik.

Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada DPRD Kutai Barat untuk meminta digelarnya rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah. Agenda utama yang akan dibahas adalah peningkatan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali pada ajang Porprov maupun kejuaraan lainnya.

“Untuk bonus atlet memang kami sudah bersurat kepada DPRD Kutai Barat untuk minta dilakukan hearing atau rapat dengar pendapat. Nanti DPRD akan memanggil pihak pemerintah dan kami akan mengajukan agar bonus atlet bisa dinaikkan,” kata Alsiyus saat menghadiri kegiatan latihan dan demonstrasi permainan cabang olahraga catur dan bridge di Sekretariat KONI Kutai Barat, Kompleks Business Center Barong Tongkok, Jumat 29 Mei 2026 malam.

Menurut Alsiyus, usulan kenaikan bonus tersebut bukan tanpa alasan. KONI Kutai Barat berkaca pada kebijakan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu yang memberikan bonus sebesar Rp75 juta kepada atlet peraih medali emas.

Nilai bonus tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mampu mendorong semangat atlet untuk berprestasi sekaligus mempertahankan atlet potensial agar tetap membela daerahnya.

“Kita berkaca kepada Mahulu. Mereka berani memberikan bonus Rp75 juta untuk atlet yang meraih emas dan diikuti kenaikan bonus untuk peraih medali lainnya. Kubar harus minimal sama dengan Mahulu,” ujarnya.

Ia menilai Kutai Barat sebagai daerah induk yang melahirkan Kabupaten Mahakam Ulu seharusnya mampu memberikan perhatian yang setara terhadap para atlet.

“Karena kita sudah 10 tahun lebih belum pernah ada kenaikan bonus atlet,” ucapnya.

Menurutnya, penghargaan yang layak merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan atlet yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi mengharumkan nama daerah.

“Mahulu lahir dari Kutai Barat. Masa kita kalah dengan Mahulu? Atlet-atlet kita juga berjuang keras untuk membawa nama daerah, sehingga sudah seharusnya mereka mendapatkan penghargaan yang layak,” katanya.

Selain sebagai bentuk apresiasi, peningkatan bonus juga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mencegah perpindahan atlet ke daerah lain yang menawarkan penghargaan lebih besar. Fenomena perpindahan atlet kerap terjadi ketika daerah lain memberikan insentif yang lebih menarik dibandingkan daerah asal atlet.

Alsiyus menegaskan bahwa peningkatan bonus merupakan bagian dari upaya KONI dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih baik di Kutai Barat.

Selain memperjuangkan bonus atlet, pihaknya juga terus melakukan kunjungan ke berbagai cabang olahraga guna memetakan kebutuhan dan kendala yang dihadapi menjelang Porprov 2026.

“Kami ingin atlet merasa diperhatikan dan dihargai. Kalau kesejahteraan mereka semakin baik, tentu motivasi untuk berprestasi juga akan semakin tinggi,” ujarnya.

Saat ini KONI Kutai Barat tengah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak, termasuk Dispora dan pemerintah daerah, agar kebutuhan pembinaan atlet dapat terpenuhi secara bertahap.

Harapannya, dukungan yang diberikan tidak hanya mampu meningkatkan prestasi olahraga daerah, tetapi juga melahirkan generasi muda yang sehat, disiplin, dan berdaya saing.

Dengan waktu persiapan yang masih cukup panjang menuju Porprov Kaltim 2026, KONI berharap usulan kenaikan bonus atlet dapat memperoleh dukungan dari DPRD dan pemerintah daerah sehingga menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang sedang menjalani program latihan intensif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....