Ketua KONI Tinjau Latihan, PELTI Kutai Barat Merasa Dapat Dukungan Penuh
- 30 Mei 2026 20:59 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pengurus Persatuan Tennis Seluruh Indonesia (PELTI) kabupaten Kutai Barat mengapresiasi kunjungan Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus yang meninjau langsung latihan atlet di Lapangan Tenis Dispora Kutai Barat, Sabtu 30 Mei 2026.
Kunjungan tersebut dinilai menjadi suntikan semangat bagi atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026.
Ketua PELTI Kutai Barat, Miranda, mengatakan kehadiran Ketua KONI merupakan bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap pembinaan tenis lapangan di daerah. Menurutnya, ini merupakan kunjungan pertama Ketua KONI sejak pergantian kepengurusan baru.
“Tanggapan kami sangat positif. Ini kali pertama Ketua KONI datang setelah pergantian ketua yang baru. Kami melihat beliau sangat mendukung PELTI Kutai Barat,” ujarnya.
Miranda mengaku PELTI telah menyiapkan delapan atlet yang akan memperkuat Kutai Barat pada Porprov Kaltim 2026, terdiri dari empat atlet putra dan empat atlet putri.
Miranda berharap dukungan KONI tidak hanya dalam bentuk motivasi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan sarana dan perlengkapan atlet. Menurutnya, raket, bola, dan fasilitas latihan menjadi kebutuhan penting yang berpengaruh langsung terhadap performa atlet saat bertanding.
Ia mengungkapkan pengalaman pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov menjadi pelajaran berharga. Saat itu salah satu atlet mengalami kerusakan raket ketika tampil di partai final ganda campuran.
“Raket yang rusak saat pertandingan sangat mempengaruhi atlet. Karena itu kami berharap ke depan kebutuhan perlengkapan bisa lebih diperhatikan,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Tenis Lapangan Kutai Barat Ahmad Junaidi mengungkapkan hasil BK Porprov menjadi modal optimisme menghadapi Porprov tahun depan. Meski dengan keterbatasan anggaran dan perlengkapan, atlet Kutai Barat mampu menorehkan prestasi yang membanggakan.
Menurutnya, tim tenis Kutai Barat berhasil meloloskan seluruh nomor pertandingan yang diikuti. Mulai dari tunggal putra, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, hingga nomor beregu putra dan putri.
“Alhamdulillah semua nomor yang kami ikuti berhasil lolos. Atlet dan pengurus berjuang luar biasa di BK kemarin,” ujarnya.
Dari ajang BK tersebut, PELTI Kutai Barat berhasil meraih satu medali perak dan empat medali perunggu. Capaian itu menjadi dasar untuk memasang target yang lebih tinggi pada Porprov Kaltim 2026.
“Kami menargetkan empat medali emas di Porprov nanti. Atlet terus berlatih dan semangat mereka sangat bagus,” kata Ahmad.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa kendala, terutama terkait kualitas bola dan perlengkapan latihan yang belum sepenuhnya sesuai standar pertandingan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet untuk terus berlatih.
Selain fokus pada prestasi jangka pendek, PELTI Kutai Barat juga mulai memperkuat regenerasi atlet. Program pembinaan usia dini telah berjalan rutin setiap Minggu pukul 17.00 hingga 19.00 WITA.
Saat ini terdapat sekitar 10 atlet junior yang mengikuti latihan, mulai dari usia tiga tahun hingga 12 tahun. Mereka dipersiapkan sebagai generasi penerus tenis lapangan Kutai Barat untuk menghadapi berbagai kejuaraan kelompok umur hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Regenerasi sudah berjalan. Ada anak usia tiga tahun, empat tahun, tujuh tahun, delapan tahun hingga 12 tahun yang rutin berlatih. Kami ingin menyiapkan atlet masa depan Kutai Barat,” ujarnya.
PELTI optimistis pembinaan berkelanjutan yang didukung sarana memadai akan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Jika mampu meraih medali pada Porprov mendatang, peluang atlet Kutai Barat untuk memperkuat Kalimantan Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) juga akan semakin terbuka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....