Cabor Petanque Terus Bertahan meski Minim Event Lokal di Kubar

  • 30 Mei 2026 17:01 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Cabang olahraga (cabor) Petanque di kabupaten Kutai Barat terus menunjukkan eksistensinya meski masih menghadapi keterbatasan, terutama minimnya penyelenggaraan kejuaraan di daerah.

Sejak berdiri pada 2021, para atlet dan pengurus tetap konsisten menjalankan pembinaan serta mengikuti berbagai turnamen di luar daerah untuk mengasah kemampuan.

Pelatih Petanque Kutai Barat, Rizky Giovani, mengatakan olahraga asal Prancis tersebut mulai berkembang di Kutai Barat dalam beberapa tahun terakhir. Meski jumlah atlet yang aktif berlatih masih terbatas, semangat untuk membangun prestasi tetap terjaga.

“Petanque berdiri di Kutai Barat tahun 2021. Pertama kali kami ikut turnamen di Kejurprov Balikpapan,” kata Rizky di sela-sela Latihan depan GOR Desnan Sendawar, Jumat 29 Mei 2026.

Saat ini, lanjutnya, Petanque Kutai Barat memiliki sekitar lima hingga enam atlet aktif yang rutin menjalani latihan di lapangan yang berada di depan GOR Desnan, Sendawar. Fasilitas sederhana yang tersedia tidak mengurangi semangat para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.

Rizky mengakui hingga saat ini Kutai Barat belum pernah menjadi tuan rumah maupun menggelar kejuaraan Petanque tingkat daerah. Kondisi tersebut membuat para atlet harus mencari pengalaman bertanding dengan mengikuti berbagai kompetisi di kota dan kabupaten lain di Kalimantan Timur.

“Kami belum pernah mengadakan event di Kutai Barat. Kalau ada pertandingan biasanya kami berangkat ke luar daerah,” ujarnya.

Menurut Rizky, sejumlah turnamen yang rutin diikuti atlet Petanque Kutai Barat antara lain kejuaraan di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Mereka juga beberapa kali mengikuti ajang seperti Kukar Open maupun turnamen yang memperebutkan Piala Wali Kota.

Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi tersebut menjadi salah satu cara untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menambah jam terbang menghadapi lawan-lawan dari daerah lain yang memiliki pembinaan lebih lama.

Meski belum memiliki event sendiri, Petanque Kutai Barat perlahan mulai menunjukkan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah keberhasilan meloloskan 12 dari 13 nomor pertandingan pada Babak Kualifikasi (BK) menuju Porprov Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi atlet Petanque Kutai Barat untuk bersaing di tingkat provinsi. Dengan jumlah atlet yang relatif sedikit dan minimnya kompetisi lokal, mereka tetap mampu menunjukkan kualitas serta semangat juang yang tinggi.

Rizky berharap ke depan Petanque semakin dikenal masyarakat Kutai Barat sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk bergabung. Ia juga berharap daerah dapat menggelar kejuaraan sendiri agar atlet memiliki lebih banyak kesempatan bertanding tanpa harus selalu keluar daerah.

“Semoga Petanque semakin berkembang di Kutai Barat, atlet bertambah, dan ke depan kita bisa mengadakan event sendiri di daerah,” ucapnya.

Cara Main Petanque

Rizky juga menjelaskan bahwa Petanque merupakan olahraga yang menggunakan bola besi dan bola kayu kecil sebagai target. Permainan diawali dengan melempar bola kayu atau jack sejauh 6 hingga 10 meter. Setelah itu, para pemain secara bergantian melempar bola besi dengan tujuan menempatkan bola sedekat mungkin dengan bola kayu tersebut.

Tim atau pemain yang memiliki bola paling dekat dengan bola kayu akan mendapatkan poin. Pertandingan umumnya dimainkan hingga salah satu tim mencapai 11 atau 13 poin, tergantung peraturan yang digunakan dalam kompetisi.

Menurut Rizky, selain membutuhkan ketepatan dan konsentrasi tinggi, Petanque juga mengandalkan strategi dalam menentukan posisi lemparan maupun menggeser bola lawan. Karena itu, olahraga ini dapat dimainkan oleh berbagai kalangan usia dan terus berkembang sebagai salah satu cabang olahraga prestasi di Kalimantan Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....