Gubernur Kaltim Ajak IDI Kolaborasi Bangun Rumah Sakit Bertaraf Internasional

  • 30 Agt 2026 13:26 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperkuat kolaborasi dalam membangun fasilitas kesehatan bertaraf nasional hingga internasional di Kalimantan Timur.

Rudy mengatakan peningkatan kualitas rumah sakit diperlukan untuk memperkuat posisi Kaltim sebagai salah satu pusat rujukan kesehatan di kawasan. Menurutnya, rumah sakit di Kaltim tidak cukup hanya memiliki standar pelayanan daerah, tetapi harus mampu memberikan layanan dengan kualitas yang lebih tinggi.

“Kami tidak ingin kelasnya cuma kelas daerah saja. Kalau bisa berikan kami yang skalanya nasional bahkan bertarafnya internasional,” kata Rudy saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur masa bakti 2025-2028 di Ibu Kota Nusantara, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Rudy menyebut sejumlah daerah di luar Kaltim juga memanfaatkan fasilitas kesehatan di provinsi ini sebagai rumah sakit rujukan. Pasien dari Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi datang ke Kaltim untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan fasilitas, peralatan medis, serta tenaga kesehatan yang mampu mendukung pelayanan rujukan tersebut.

Rudy juga berharap rumah sakit yang berada di Ibu Kota Nusantara dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan berskala nasional. Menurutnya, fasilitas kesehatan di IKN harus terintegrasi dengan rumah sakit di Kalimantan Timur sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke daerah lain maupun ke luar negeri.

“Kami sangat mengharapkan sekali bahwa rumah sakit-rumah sakit yang ada khususnya di Kalimantan Timur ini mudah-mudahan bisa terintegrasi dengan rumah sakit OIKN,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, pemerintah juga perlu memperkuat ketersediaan peralatan kesehatan. Ia mencontohkan masih ada fasilitas kesehatan yang telah dibangun dengan investasi besar, tetapi belum memiliki peralatan tertentu sehingga pasien harus dirujuk ke luar daerah.

Rudy menilai rekomendasi dokter spesialis sangat diperlukan dalam menentukan jenis fasilitas dan peralatan yang harus disiapkan pemerintah. Karena itu, ia meminta IDI memberikan masukan berdasarkan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan.

Selain fasilitas dan peralatan, Rudy menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia kesehatan. Ketersediaan dokter spesialis masih menjadi tantangan karena proses pendidikan membutuhkan waktu panjang.

Pemerintah Provinsi Kaltim juga menyiapkan dukungan pendidikan bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan dokter, dokter spesialis, hingga subspesialis. Program tersebut diharapkan memperkuat kemandirian Kaltim dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis.

Sementara Ketua IDI Wilayah Kalimantan Timur dr. Mansyah HM mengatakan IDI siap memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Menurut Mansyah, kepengurusan IDI Kaltim periode 2025-2028 akan membantu pemerintah dalam menjalankan visi dan misi pembangunan kesehatan.

“Kami tentu akan terus bersinergi dalam membantu pemerintah daerah menyukseskan visi-misi bidang kesehatan,” katanya.

Ia berharap kolaborasi IDI dengan pemerintah dapat memperkuat sistem kesehatan sekaligus mendukung pemerataan pelayanan bagi masyarakat di seluruh Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....