Resmi Pimpin IDI Kaltim, Dokter Mansyah Siap Roadshow ke Cabang Terjauh

  • 30 Agt 2026 09:21 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur periode 2025-2028, dr. Mansyah HM, menyiapkan program roadshow ke sejumlah cabang IDI yang berada di wilayah terjauh.

Program tersebut menjadi salah satu langkah kepengurusan baru usai resmi dilantik di Ibu Kota Nusantara, Sabtu 29 Agustus 2026. Dokter asal Kabupaten Paser itu ingin memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan anggota IDI di seluruh Kalimantan Timur.

Mansyah mengatakan kondisi geografis Kalimantan Timur yang luas dan keberadaan banyak cabang di berbagai wilayah menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan IDI dalam menjangkau seluruh anggota.

Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya menjalankan koordinasi dari tingkat wilayah. Pengurus perlu turun langsung untuk melihat kondisi dan kebutuhan anggota di setiap cabang. Karena itu, IDI Kaltim akan melakukan roadshow dengan mengunjungi cabang-cabang yang berada di wilayah terjauh.

“Melakukan roadshow untuk mengunjungi cabang terjauh IDI yang ada di wilayah Kalimantan Timur. Salah satunya di Kabupaten Mahakam Ulu. Itu menjadi program kami,” kata Mansyah.

Menurut Mansyah, kunjungan langsung diperlukan agar pengurus wilayah dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan anggota di daerah. Langkah tersebut sekaligus diharapkan memperkuat komunikasi antara pengurus wilayah dengan seluruh cabang IDI.

Ia berharap program roadshow membuat organisasi semakin dekat dengan anggota dan mampu merespons berbagai tantangan profesi kedokteran di setiap wilayah.

Mansyah juga menegaskan kepengurusan IDI Kaltim periode 2025-2028 akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan kesehatan.

Ia mengatakan IDI Kaltim memiliki tugas membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjalankan visi dan misi pembangunan kesehatan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menilai IDI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem kesehatan yang kuat.

Rudy mengatakan Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan dalam pemerataan sumber daya kesehatan, terutama ketersediaan dokter dan dokter spesialis di berbagai daerah.

“Kami membutuhkan sistem kesehatan yang mampu menjawab tantangan pembangunan melalui peningkatan kompetensi SDM, penguatan fasilitas, perluasan akses pelayanan, karena transformasi kesehatan ini harus diarahkan pada pemerataan layanan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurut Rudy, kondisi geografis Kalimantan Timur yang luas dan beragam membuat pemerataan pelayanan kesehatan tidak mudah. Ketersediaan dokter, khususnya dokter spesialis, masih perlu diperkuat.

Rudy juga menilai proses mencetak dokter membutuhkan waktu panjang. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan dukungan pendidikan dan kebijakan yang mampu mendorong bertambahnya tenaga medis dari daerah sendiri.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kata Rudy, memberikan kesempatan pendidikan bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan pendidikan S2, S3, dokter spesialis maupun subspesialis.

Program tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan jumlah dokter dan dokter spesialis asal Kalimantan Timur.

Rudy juga berharap IDI dapat memberikan masukan dan gagasan kepada pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, terkait pengembangan sistem kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga mendorong pengembangan fasilitas kesehatan yang mampu melayani masyarakat Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya. Rumah sakit di Kaltim, menurutnya, perlu memiliki kemampuan pelayanan yang lebih tinggi sehingga masyarakat tidak harus mencari layanan kesehatan hingga ke luar negeri.

Rudy berharap kepengurusan baru IDI Kaltim dapat menjalankan amanah secara solid, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....