Sektor Perikanan-Gula Aren Dinilai Lebih Cepat Dongkrak Ekonomi Kubar

  • 21 Jan 2026 09:23 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Ketua Forum CSR Kutai Barat (Kubar), Paulus Kadok, mendorong Pemerintah Kabupaten dan pengusaha lokal untuk lebih serius menggarap sektor perikanan dan gula aren. Kedua sektor ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih nyata dan mampu memberikan dampak kesejahteraan lebih cepat bagi masyarakat dibandingkan sektor perkebunan besar.

"Potensi perikanan kita itu nyata ada, tidak perlu ditanya-tanya lagi. Begitu juga dengan gula aren. Ini adalah sektor yang bisa langsung menyentuh masyarakat luas jika dikelola dengan benar," ujar Paulus Kadok dalam forum diskusi rencana pembangunan di Sendawar, Senin, 19 Januari 2026.

BACA JUGA:

Muara Beloan Siapkan 5.000 Hektare Lahan untuk Lumbung Ikan

Ironi Petani Kubar: PDRB Tinggi Kemiskinan Juga Tinggi

Paulus membandingkan fleksibilitas sektor ini dengan kelapa sawit yang memerlukan modal besar dan ketergantungan tinggi pada pabrik perusahaan. Sektor perikanan, seperti yang ada di Muara Beloan, Jempang, Kelumpang dan beberapa daerah memiliki beragam produk turunan yang bisa langsung dikelola oleh unit Usaha Kecil Menengah (UKM) lokal tanpa harus menunggu investasi raksasa.

Ia juga menyoroti komoditas gula aren yang selama ini penjualannya masih bersifat tradisional dalam bentuk cetakan gula merah. Menurutnya, inovasi produk sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan harga jual di pasar yang lebih luas.

"Jangan hanya dijual gula merahnya saja. Olah menjadi gula semut atau produk turunan lainnya. Dengan memberikan nilai tambah (value added), harga jual akan meningkat dan UKM kita akan lebih kuat," ucapnya.

BACA JUGA:

Angka Kemiskinan Kutai Barat Relatif Tinggi, Ini Penyebabnya

Keterlibatan masyarakat secara masif menjadi alasan utama mengapa sektor ini dia anggap sebagai "mesin" ekonomi baru. Paulus meyakini bahwa jika sektor perikanan dan gula aren dikelola secara modern dari hulu ke hilir, para nelayan dan petani aren di pedalaman akan merasakan lonjakan pendapatan yang signifikan.

Langkah ini selaras dengan program Dinas Perikanan Kutai Barat yang terus mempromosikan potensi perikanan air tawar sebagai komoditas unggulan daerah. Selain itu, sinkronisasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat diharapkan dapat mempermudah akses perizinan dan permodalan bagi UKM yang bergerak di bidang pengolahan hasil alam ini.

BACA JUGA:

Wabup Soal Ekonomi Kubar: Tambang Pasti Habis, Pertanian Solusinya

Dengan fokus pada sektor yang sudah ada dan nyata, Paulus optimistis angka kemiskinan di Kutai Barat yang masih berada di angka 8,7 persen dapat ditekan melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....